Ormas MKGR Konsisten Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar di Munas

Roem Kono percaya kemampuan Airlangga Hartarto untuk memimpin Golkar 2019-2024 dan juga figur sentral Partai Golkar yang sukses di pilpres dan pileg.

Ormas MKGR Konsisten Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar di Munas
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha Candraditya
Ketua Umum DPP Ormas MKGR, Roem Kono saat berziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (5/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Ormas MKGR Roem Kono kembali menegaskan MKGR mendukung penuh pencalonan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024 pada Musyawarah Nasional (Munas) yang akan diselengarakan awal bulan Desember 2019.

"Bahwa ormas MKGR yang kader-kadernya memiliki hak suara sebagai Ketua DPD 1 dan DPD 2 bulat dan solid tidak goyah mendukung dan memenangkan Airlangga Hartarto pada munas tanggal 3-6 Desember mendatang," kata Roem Kono saat dihubungi, Jumat (29/11/2019).

Bukan tanpa alasan dukungan MKGR ke Airlangga, Roem Kono mempercayai kemampuan Airlangga Hartarto untuk memimpin Golkar 2019-2024 dan juga sebgai figur sentral Partai Golkar untuk menghadapi sukses pileg dan pilpres 2024.

Untuk itu, ia mengingatkan agar pada Munas Golkar ini adalah suatu langkah dan momentum untuk membangun soloditas mempererat persatuan seperti moto Golkar satu untuk Indonesia dibawah nahkoda Airlangga Hartarto.

Mantan Wakil Komisi IV DPR RI ini juga mendukung ajakan Airlangga Hartarto kepada Bambang Soesatyo untuk bergabung dan memberi jabatan strategis kepada pendukungnya. Semua ini demi untuk kebesaran Partai Golkar kedepan.

Roem juga kurang setuju dengan adanya kekhawatiran rangkap jabatan Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian akan menggangu Golkar. Ia menilai pernyataan tersebut hanya ketidak senangan saja oleh segelintir orang.

"Kita sudah punya fakta dan pengalaman para ketua umum terdahulu seperti Akbar Tandjung dalam situasi ancaman pembubaran partai dan juga sebagai Ketua DPR yang sangat sibuk Golkar meraih peringkat satu, pada masa Jusuf Kalla sebagai wakil presiden dengan kesibukannya luar biasa Partai Golkar tetap berjaya meraih peringkat kedua, juga pada masa Aburizal Bakrie terjadi perpecahan akibat Surya Paloh mendirikan Partai Nasdem, Golkar tetap berjaya," tegasnya.

Sementara, pada masa Airlangga dalam kepimipinnnya kurang lebih satu tahun Golkar dalam keadaan terpuruk karena adanya turbelensi internal Partai Golkar masih bisa meraih peringkat kedua.

Oleh karena itu, Roem Kono mengimbau agar dalam Munas ini jangan ada lagi kampanye hitam kepada Ketua Umum Airlangga Hartarto.

"Mari kita sukseskan secara demokratis munas ini melalui cara-cara musyawarah mufakat dan cara-cara lain sesuai mekanisme yang sudah diatur," kata ia.

Dirinya juga mengingatkan bahwa pelaksanaan Munas ini sudah sepenuhnya oleh DPP kepada penyelanggara munas yaitu Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC).

"Jadi tidak semaunya kebijakan ketum sebagaimana dituduhkan, hentikan tuduhan-tuduhan yang tidak benar kepada Ketum Airlangga, berjuanglah meraih suara daerah tapi jangan menjatuhkan lawan dengan cara-cara yang tidak elok," tutupnya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved