Polemik Pembangunan Hotel di TIM

Pembangun Hotel Bintang 5 Banyak Diprotes, DPRD DKI Minta Jakpro Revisi Desain Revitalisasi TIM

Pasalnya, pembangunan hotel bintang lima di kawasan pusat kebudayaan itu menuai polemik dan mendapat penolakan dari sejumlah pihak.

Pembangun Hotel Bintang 5 Banyak Diprotes, DPRD DKI Minta Jakpro Revisi Desain Revitalisasi TIM
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakpro akan membangun hotel bintang lima di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - DPRD DKI Jakarta meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) merevisi desain dan membuat perencanaan bisnis baru untuk proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

Pasalnya, pembangunan hotel bintang lima di kawasan pusat kebudayaan itu menuai polemik dan mendapat penolakan dari sejumlah pihak.

Hal ini disampaikan dalam rapat antara Komisi B DPRD DKI dengan Jakpro selaku pelaksana proyek.

"Saya minta Jakpro untuk merevisi desain dan membuat business plan yang baru untuk proyek ini," ucap Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Azis, Jumat (29/11/2019).

Politisi PKS ini pub memberi tenggat waktu hingga tiga minggu kedepan bagi Jakpro untuk merevisi desain dan business plan TIM.

"Saat ini kami belum mengambil keputusan. Direktur Jakpro tadi bilang ada new business plan, new desain, itu yang kami tunggu dalam dua hingga tiga minggu ke depan," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Reuni 212, Panitia Sebut 450 Petugas Kebersihan akan Disebar di Sekitar Monas

"Setelah itu baru kita bisa simpulkan ke depan mau bagaimana (proyek revitalisasi TIM)," tambahnya menjelaskan.

Seperti diketahui, pembangunan hotel bintang lima dalam proyek revitalisasi TIM mendapat penolakan dari sejumlah pihak, termasuk DPRD DKI Jakarta.

DPRD DKI pun memangkas usulan dana PMD dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 untuk revitalisasi TIM yang awalnya sebesar Rp 600 miliar menjadi hanya Rp 200 miliar.

Pemotongan dana sebesar Rp 400 miliar ini pun menyebabkan PMD yang diterima oleh Jakpro untuk 2020 mendatang hanya sebesar Rp 2,7 triliun dari usulan awal Rp 3,1 triliun.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved