Pengamat: Tak Relevan Tuduhan Keterlibatan Pemerintah dalam Munas Golkar

Menurut Hari, hal itu tidak relevan karena Partai Golkar telah menjadi bagian utama dari partai koalisi yang loyal mendukung pemerintahan Jokowi.

Pengamat: Tak Relevan Tuduhan Keterlibatan Pemerintah dalam Munas Golkar
Istimewa
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pengamat politik Universitas Airlangga, Hari Fitrianto menanggapi isu tudingan adanya tiga menteri Presiden Joko Widodo yang ikut campur dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar.

Ia mengungkapkan, tuduhan intervensi itu tidak relevan.

"Tuduhan istana mengintervensi pemilihan Ketua Umum Partai Golkar sebenarnya itu tidak relevan, secara realitas politik, istana tidak dalam posisi berkepentingan untuk ikut memengaruhi siapa yang akan menjadi Ketum Golkar," ujar Hari, Kamis (28/11/2019).

Menurut Hari, hal itu tidak relevan karena Partai Golkar telah menjadi bagian utama dari partai koalisi yang loyal mendukung pemerintahan Jokowi.

Berbagai nama yang muncul sebagai calon ketua umum dinilai Hari juga memiliki kedekatan dengan pemerintah.

“Siapapun yang terpilih tentunya tidak akan berpaling dari poros kekuasaan Jokowi. Tinggal para calon ini yang justru berlomba untuk dapat menyesuaikan diri sehingga relevan dengan visi pemerintahan Jokowi saat ini dan ke depan," tutur Hari.

Menjelang Munas yang akan dilaksanakan 3-6 Desember 2019 nanti, situasi internal Golkar mulai memanas dan terlihat pertarungan dari kubu-kubu yang hendak bertarung memperebutkan posisi ketua umum. Dua kubu terkuat antara lain kubu petahana Airlangga Hartarto dan kubu penantang Bambang Soesatyo.

Salah seorang pendukung Bambang Soesatyo, Syamsul Rizal, menuding adanya upaya memengaruhi pimpinan-pimpinan DPD Partai Golkar di daerah oleh sejumlah menteri kabinet tanpa sepengetahuan Jokowi.

Ia menyebut adanya tiga menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang campur tangan dalam pemilihan ketum partainya. Syamzul mengatakan 3 menteri tersebut menekan DPD Golkar untuk memilih kembali Airlangga Hartarto sebagai ketum.

Hari menilai pernyataan yang dilayangkan oleh loyalis Bamsoet tersebut hanyalah sebuah dinamika pertarungan saja.

Halaman
12
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved