Penyandang Disabilitas Tuntut Kemenhub Evaluasi Insiden Fazlur yang Hampir Terperosok di Cikini

Penyandang tunanetra, Fazlur Rahman (Alun), kakinya hampir terperosok di antara peron dengan pintu kereta rel listrik di Stasiun Cikini Jakarta Pusat.

Penyandang Disabilitas Tuntut Kemenhub Evaluasi Insiden Fazlur yang Hampir Terperosok di Cikini
Kompas.com
KRL Commuter Line 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Penyandang tunanetra, Fazlur Rahman (Alun), kakinya hampir terperosok di antara peron dengan pintu kereta rel listrik di Stasiun Cikini Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

"Saya sudah menuntut Kementerian Perhubungan sebagai regulator, agar memberi sanksi kepada PT KCI ( Kereta Commuter Indonesia) berupa class action dan somasi, sebagai bukti komitmen taat peraturan," kata Alun saat dihubungi Wartawan, Jumat (29/11/2019).

Karena itu, Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Jakarta Pusat, Maneger Nasution, menyebut kejadian yang menimpa Alun diduga kesalahan layanan dari pihak terkait.

Hampir Terlindas Kereta di Stasiun Cikini, Penyandang Tuna Netra Ajukan Somasi Terhadap PT KCI

Bali United Selebrasi Juara Liga 1 2019, Sudah Pasti Juara? Setengah Lusin Gol di Segiri Jawabannya

Karenanya, kata dia, PP Muhammadiyah meminta Kemenhub RI dan PT KCI mengevaluasi pelayanan bagi disabilitas.

"Alun tidak mendapatkan panduan yang cukup bagi seorang disabilitas dari petugas yang menemaninya saat naik ke kereta," kata Maneger, sapaannya, dalam keterangan tertulisnya kepada Wartawan, Jumat (29/11/2019).

"Sayangnya pasca peristiwa, petugas tidak menanyakan kondisinya, namun langsung memasukkan dalam kereta," dia menambahkan.

Maneger mengatakan, dirinya mendapat informasi langsung dari Alun lantaran merupakan kerabatnya.

Berdasarkan cerita Alun, kata Maneger, petugas keamanan dari PT KCI kurang memberikan layanan pengobatan dan penangan traumatik oleh medis kereta api (mediska).

"Alun bilang, dirinya langsung dinaikkan ke atas kereta dengan kondisi luka dan seakan dipaksa melanjutkan perjalanan," ucapnya saat dikonfirmasi Wartawan.

Fakta-fakta Sekuriti Gantung Diri di Kantor OJK, Polisi Sebut Korban Galau & Punya Utang Rp 22 Juta

Jadwal Urutan Map PUBG Mobile PMCO Fall Split Global Final 2019, Bigetron Lalui 16 Match di Malaysia

Hal yang disayangkan, sambungnya, pihak terkait justru mengatakan Alun sedang terburu-buru, sehingga terjadi insiden tersebut.

"Perlu adanya upaya bagi PT KCI untuk mengevaluasi regulasi," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved