Petani Aceh Selundupkan Sabu

Coba Kelabui Petugas, Petani Pakai Hot Pants Berlapis untuk Simpan Sabu di Selangkangan

Cara tersangka berinisial JS menyelundupkan narkoba melalui jalur laut tergolong unik.

TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (kedua dari kiri) menunjukkan barang bukti sabu di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (30/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Cara tersangka berinisial JS menyelundupkan narkoba melalui jalur laut tergolong unik.

Bukan cuma menyimpan sabu di celana dalamnya, tetapi juga mengenakan celana hingga berlapis-lapis.

"Dia pakai celana tiga lapis, pakai hot pants dia, semacam celana ketat gitu," kata Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok Emerich Simangunsong, Sabtu (30/11/2019).

Selain itu, JS juga membungkus lima paket sabu seberat 2 Kg dengan lakban warna-warni.

"Jadi dibungkus dulu menggunakan kantong plastik, setelah itu dilakban warna merah, kuning, dan biru," jelas Emerich.

Petani Asal Aceh yang Selundupkan Narkoba ke Jakarta Sembunyikan 2 Kg Sabu di Celana Dalam

JS kemudian menyembunyikan sabu seberat 2 Kg di area selangkangannya.

Tersangka JS merupakan seorang pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani di kampung halamannya, Aceh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, awalnya tersangka JS berangkat dari Aceh menuju Batam menggunakan pesawat pada Senin (25/11/2019).

"Dia kemudian melanjutkan perjalanannya ke Pelabuhan Tanjung Priok naik kapal KM Kelud," ujar Yusri.

Saat diperiksa, Polisi menemukan barang bukti berupa sabu seberat 2 Kg yang dikemas menggunakan kantong plastik.

Kepada polisi, tersangka mengaku hanya disuruh oleh seseorang untuk mengantarkan 2 Kg sabu tersebut ke Jakarta.

"Kami masih dalami siapa orang yang menyuruh itu. Dia dibayar berapa juga masih kami dalami," tutur Yusri.

Tersangka JS dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009.

Ia terancam hukuman pidana minimal enam tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (*)

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved