Ditinggal Sendiri di Rumah, Seorang Ibu di Bekasi Meninggal di Dalam Kamar

Ibu berusia 64 tahun bernama Lie Lay Hoo ditemukan meninggal dunia di dalam kamar di Perumahan Graha Prima. Sang anak tidur di rumah majikan.

Ditinggal Sendiri di Rumah, Seorang Ibu di Bekasi Meninggal di Dalam Kamar
TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Anggota Polsek Tambun saat melakukan olah TKP penemuan jasad wanita di dalam rumah di Perumahan Graha Prima, RT09/06, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (29/11/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Seorang ibu berusia 64 tahun bernama Lie Lay Hoo ditemukan meninggal dunia di dalam kamar di Perumahan Graha Prima, RT09/06, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (29/11/2019) malam.

Kejadian ini diketahui pertama kali oleh putranya bernama Johan Saputra (29) ketika pulang bekerja mencium bau busuk dari dalam rumah sekitar pukul 20.15 WIB.

Anggota Polsek Tambun saat melakukan olah TKP penemuan jasad wanita di dalam rumah di Perumahan Graha Prima, RT09/06, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (29/11/2019) malam.
Anggota Polsek Tambun saat melakukan olah TKP penemuan jasad wanita di dalam rumah di Perumahan Graha Prima, RT09/06, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (29/11/2019) malam. (TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar)

Kapolsek Tambun Kompol Siswo, mengatakan, korban sebelumnya ditinggal seorang diri di dalam rumah.

Putranya sejak, Senin, (25/11/2019), pergi bekerja dan tidur ditempat kerjanya.

"Korban hanya tinggal berdua sama anaknya, tapi pada saat kejadian anaknya ini tidak pulang ke rumah karena harus bekerja, pulang sabtu-minggu saja kalau libur," kata Kompol Siswo, Sabtu, (30/11/2019).

Siswo menjelaskan, jasad korban ditemukan di dalam kamar belakang dengan posisi terlentang di atas kasur.

"Kondisinya sudah tidak bernyawa dengan tercium aroma bau busuk di sekitar rumah," jelas dia.

Dari keterangan putranya, sang ibu memang memiliki riwayat penyakit gula yang diidap beberapa tahun belakangan.

"Sering mengeluh sakit pada bagian kepala dan perut, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ungkap Siswo.

Polisi selanjutnya membuatkan surat pernyataan hasil olah tempat kejadian perkara dan memastikan pihak keluarga tidak ingin jasadnya diotopsi.

Marko Simic dan Rohit Chand Bertahan di Persija, Nasib 2 Pemain Asing Lain Masih Menggantung

Pertamina Gandeng PT Elnusa Petrofin Gelar Go Live Pengelolaan Mobil Tangki BBM

"Keluarga menolak dilakukan otopsi, kita buat surat pernyataan dengan ditanda tangani anaknya, jasadnya langsung kita serahkan ke keluarga untuk disemanyamkan," ujar dia.

Dari keterangan tetangga sekitar, korban terakhir terlihat pada Rabu, (27/11/2019). Setelah itu, dia tidak pernah keluar rumah dan ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Sekitar dua atau tiga hari kemungkinan, karena pada hari Rabu kabarnya warga masih melihat korban keluar rumah," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved