Persija Jakarta
Marko Simic dan Rohit Chand Bertahan di Persija, Nasib 2 Pemain Asing Lain Masih Menggantung
Dua pemain asing Persija Jakarta yakni Marko Simic dan Rohit Chand mendapatkan garansi bertahan di kompetisi musim 2020 mendatang.
Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Dua pemain asing Persija Jakarta yakni Marko Simic dan Rohit Chand mendapatkan garansi bertahan di kompetisi musim 2020 mendatang.
Kabar bertahannya dua pemain asing tersebut diutarakan langsung CEO Persija Jakarta yakni Ferry Paulus saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Ferry Paulus menilai kedua pemain tersebut layak dipertahankan karena menjadi kunci permain Persija Jakarta dalam beberapa musim terakhir.
Sementara itu, nasib dua pemain asing lainnya yakni Joan Tomas Campasol dan Alexandre Luiz Reame atau Xandao masih menjadi pertimbangan manajemen klub.
Dua pemain asing yang baru didatangkan di putaran kedua itu belum mampu membuat manajemen Persija yakin akan tetap dipertahankan.
"Yang pasti kalau untuk Simic sudah pasti (bertahan). Rohit Chand juga sudah pasti (bertahan). Kalau untuk Joan dan Xandao masih kita pertimbangkan," kata Ferry Paulus saat ditemui di SUGBK, Jakarta Pusat.
Di sisi lain, manajemen Persija saat ini tengah fokus melakukan evaluasi terhadap kinerja pemain di musim 2019.
"Evaluasi menyeluruh belum, tapi beberapa pemain kunci yang pasti dipertahankan siapapun pelatihnya dan juga manajemen yang akan datang sudah menetapkan pemain," tutur pria asal Manado tersebut.
Persija Jakarta Pertahankan 50 Persen Pemain di Musim Depan, Pemain Bintang Dapat Garansi
Chief Executive Officer (CEO) Persija Jakarta, Ferry Paulus akan mempertahankan sebanyak 50 persen pemain untuk berlaga di kompetisi musim depan.
Saat ini, manajemen skuat Ibu Kota tengah berupaya melakukan pendekatan dan negosiasi ulang kepada para pemain yang dipertahankan.
Ferry Paulus membocorkan, para pemain yang pasti dipertahankan Persija Jakarta di musim depan yang mempunyai label pemain bintang.
Selain itu, peran pentingnya di atas lapangan menjadi pertimbangan lain tim manajemen Persija Jakarta.
"Evaluasi menyeluruh belum, tapi beberapa pemain kunci sudah pasti dipertahankan. Ya mungkin lebih dari 50 persen. Sudah dikomunikasikan," kata Ferry Paulus saat ditemui di SUGBK, Jakarta Pusat.
Pria asal Manado itu memastikan akan fokus terlebih dahulu membahas kontrak para pemainnya di musim depan.
Tim manajemen skuat Macan Kemayoran belum bisa memastikan sosok pelatih yang akan menahkodai timnya di kompetisi Liga 1 2020.
"Pemain dulu baru pelatih. Contoh yang paling gampang, gak mungkin pemain bintangnya Persija gak boleh tuh dilepas. Pokoknya gak boleh sampai lepas," sambungnya.
Menurut Ferry, tim manajemen Persija sedikit mengalami kesulitan pada saat membahas masalah kontrak perpanjangan pemain.
Ada beberapa pemain berlabel bintang yang meminta kenaikan harga dibandingkan kontraknya di musim sebelumnya.
Adanya keinginan tersebut tengah diperhitungkan dan dibahas oleh manajemen Persija Jakarta.
Dalam hal ini, Ferry Paulus masih belum mau membocorkan nama-nama pemain yang akan dipertahankan di kompetisi musim depan.
"Ya sebagian besar lah, karena masih ada satu pemain yang itung-itungannya angkanya oke. Terus pemain minta ada spesial apa, spesial apa, karena itu kaitannya dengan detail legal kontrak," papar Ferry.
Setelah urusan pemain selesai, manajemen tim Persija Jakarta berencana melakukan komunikasi dengan pelatih.
Pelatih Persija Jakarta saat ini yakni Edson Tavares tak luput dari evaluasi dari manajemen tim Macan Kemayoran.
"Siapapun pelatihnya dan manajemen yang akan datang sudah menetapkan pemain," tutur mantan anggota Exco PSSI tersebut.
Nasib Marko Simic dan pelatih Edson Tavares
Nasib sang bomber maut Persija Jakarta Marko Simic dan pelatih Edson Tavares bersama Macan Kemayoran pada musim depan belum diketahui.
Kontrak mereka berdua akan habis saat musim Liga 1 2019 berakhir.
Nama Marko Simic ramai dibicarakan sebab telah didekati beberapa klub besar di Indonesia dan luar negeri.
Belum adanya tandatangan kontrak dengan manajemen Persija Jakarta membuat nasib penyerang berkebangsaan Kroasia itu masih menggantung.
Kabar terbaru menyebutkan, manajemen Persija Jakarta sudah menemukan kata sepakat mengenai perpanjangan kontrak Marko Simic selama tiga tahun kedepan.
Adanya kabar tersebut langsung ditanggapi serius oleh penyerang berusia 31 tahun tersebut.
Menurut Simic, dalam beberapa hari terakhir pihaknya sudah melakukan komunikasi serius dengan manajemen Persija Jakarta.
Komunikasi yang dilakukan dengan manajemen Macan Kemayoran berfokus pada detail masalah perpanjangan kontrak di musim depan.
Marko Simic berharap dalam beberapa hari kedepan sudah bisa mengumumkan yang terbaik dalam karir sepak bolanya.
"Untuk masalah ini (kontrak di Persija), saya kira sudah dalam progres yang bagus. Saya harap dalam beberapa hari ke depan, sudah ada finalisasi dengan manajemen," kata Marko Simic saat ditemui TribunJakarta di area mixed zone SUGBK, Jakarta Pusat.
Mantan penyerang Timnas U-21 Kroasia itu menyebut pihaknya tengah membahas beberapa poin-poin penting dalam isi kontraknya dengan manajemen Persija.
Diharapkan, proses pembahasan kontrak tersebut bisa berjalan lancar dan tidak ada hambatan.
"Ya, ini memang sedang dalam progres dan belum deal. Tapi semoga selesai secepatnya," tutur mantan pemain Melaka United tersebut.
Di Liga 1 2019, untuk sementara Marko Simic berhasil menjadi pencetak gol terbanyak dengan torehan 24 gol.
Klaim Manajemen Persija

Manajemen tim Ibu Kota telah mengajukan penawaran dan penambahan kontrak baru dengan Marko Simic selama tiga musim ke depan.
Kabar terbaru menyebutkan, penyerang berkebangsaan Kroasia itu telah sepakat bertahan bersama Persija Jakarta selama tiga musim ke depan.
"Yang pasti masalah Simic kita sudah deal kontraknya dengan dia selama tiga tahun," kata Ferry Paulus saat ditemui di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019).
Ferry Paulus menjelaskan, pihaknya masih belum sepakat mengenai beberapa poin dengan pihak Simic.
"Kemudian yang masih ada perlu perbaikan beberapa poin-poin lagi," sambung Ferry Paulus.
Namun, pria asal Manadao itu memastikan pihaknya sudah mendapatkan kesepakatan dengan penyerang berusia 31 tahun tersebut.
"Tapi, poin utamanya udah clear. Kalau Simic sudah okelah," tutur mantan anggota Exco PSSI tersebut.
Selama memperkuat Persija Jakarta di Liga 1 2019, Marko Simic sudah berhasil menciptakan 24 gol.
Marko Simic Separuh Kekuatan Persija Jakarta

Marko Simic saat ini benar-benar menjadi aset berharga Persija Jakarta.
Hal ini lantaran, separuh lebih gol yang dilesakan Persija Jakarta lahir dari Marko Simic.
Macan Kemayoran saat ini telah mencetak 34 gol dari 28 pertandingan yang telah dilaluinya di Liga 1 2019.
Jumlah tersebut berbanding lurus dengan jumlah gol kemasukannya Persija Jakarta saat ini.
Gawang Macan Kemayoran yang begitu rapuh telah kemasukan 34 gol dari lawan-lawannya.
Selain itu, jumlah gol memasukan Persija Jakarta yang baru 34 gol juga bisa dibilang buruk.
Persija Jakarta yang kini di posisi ke-12 bahkan kalah produktif dibanding dengan dua klub yang rankingnya berada di bawah mereka.
Barito Putera yang berada di peringkat ke-14 telah menghasilkan 37 gol.
Begitupula Persela Lamongan yang mengemas 36 gol meski berada di ranking ke-15.
Bahkan 34 gol yang dicetak Persija Jakarta, 24 golnya dihasilkan oleh Marko Simic.
Lalu baru 10 gol sisa Persija Jakarta dicetak oleh pemain lain Persija Jakarta selain Marko Simic.
Hal ini membuktikan jika Marko Simic hengkang dari Persija Jakarta musim depan, separuh kekuatan Macan Kemayoran akan hilang.
Simic Tak Cetak Gol Saat Kontra Persipura

Penyerang asing Persija Jakarta Marko Simic mengaku senang bisa kembali bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan Jakarta Pusat.
Skuat Macan Kemayoran main di SUGBK dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2019 pekan ke-29 menghadapi Persipura Jayapura pada Kamis (28/11/2019) malam WIB.
Di laga tersebut, Persija Jakarta berhasil mengalahkan skuat Mutiara Hitam dengan skor tipis 1-0.
Simic menilai bermain di SUGBK dan mendapatkan dukungan luar biasa dari suporter menambah adrenalinnya dalam bermain.
Menurut Simic, rekan-rekan setimnya sempat mengalami tekanan karena dituntut meraih tiga poin saat berhadapan dengan Persipura.
Sebab, di laga menghadapi Persipura bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-91 Persija Jakarta.
"Akhirnya, kita kembali main di GBK dan ada potensi besar ya," kata Simic saat ditemui TribunJakarta di SUGBK, Jakarta Pusat.
"Tapi ini seperti tekanan ya, kami harus menang karna main di laga spesial," sambungnya.
Penyerang berkebangsaan Kroasia itu mengapresiasi perjuangan rekan-rekan setimnya karena mampu bermain gemilang di lapangan.
"Beruntung di pertengahan babak kedua kami bermain baik, banyak peluang dan bisa cetak gol," papar Simic.
Di sisi lain, Marko Simic menyambut gembira gol tunggal yang dilesatkan rekan setimnya yakni Joan Tomas Campasol ke gawang Persipura.
Menurut Simic, gol tersebut menjadi pembuktian atas keraguan publik terhadap penampilan playmaker asal Spanyol tersebut.
"Saya pikir tim cukup letih karena banyak bermain di bulan ini," tutur mantan penyerang Melaka United tersebut.
"Tapi akhirnya kita menang, walau rekan saya yang mencetak gol (Joan Tomas), saya senang layaknya saya cetak gol," lanjutnya.
Kemenangan dari Persipura Jayapura berhasil mengangkat posisi Persija Jakarta ke peringkat 11 klasemen Liga 1 2019.
Saat ini, Sandi Sute dan kawan-kawan berhasil mengemas 38 poin dari 29 pertandingan yang sudah dimainkan di Liga 1 2019.
Di laga selanjutnya, Persija Jakarta akan berhadapan dengan Bhayangkara FC di pertandingan lanjutan Luga 1 2019 pekan ke-30.
Khusus untuk Marko Simic, saat ini dirinya berhasil menjadi pencetak gol terbanyak Liga 1 2019 dengan koleksi 24 gol.
Simic Tak Pikirkan Jumlah Gol

Ketajaman penyerang asing Persija Jakarta, Marko Simic di kompetisi Liga Indonesia sudah tak perlu diragukan lagi.
Selama dua tahun berkarier di Indonesia, Marko Simic sukses menjadi pencetak gol terbanyak Persija Jakarta disetiap musimnya.
Di Liga 1 2018, pemain berusia 31 tahun itu berhasil menorehkan 18 gol. Kini, Marko Simic menjadi pencetak gol terbanyak sementara Liga 1 2019 dengan koleksi 24 gol.
Menurut Simic, dirinya tidak pernah memikirkan jumlah gol yang tercipta ke gawang lawan.
Fokus utama Marko Simic dalam setiap pertandingan adalah mampu memberikan kemenangan dan penampilan terbaik bagi Persija Jakarta.
"Saya tidak memikirkan dan menargetkan itu (jumlah gol di Liga 1)," kata Marko Simic saat ditemui di area mixed zone SUGBK, Jakarta Pusat.
Di sisi lain, Marko Simic berharap di lima pertandingan terakhir Liga 1 2019 bisa mendapatkan hasil terbaik bersama Persija Jakarta.
Target besar yang diberikan manajemen Persija Jakarta diharapkan bisa tercapai di akhir musim Liga 1 2019.
"Kami tersisa lima game lagi, saya pikir kami punya momentum yang bagus untuk bisa memaksimalkan peluang tim ini bisa naik ke atas klasemen," tutur mantan pemain Melaka United tersebut.
Saat ini, tim asuhan Edson Tavares itu menduduki peringkat ke-11 dengan torehan 37 poin dari 29 pertandingan yang sudah dimainkan.
Masa Depan Edson Tavares

Catatan Edson Tavares selama memimpin 10 laga bersama Persija Jakarta pada Liga 1 2019 cukup menunjukkan perkembangan bagus dibanding dua pelatih sebelumnya.
Edson Tavares berhasil mempersembahkan lima kemenangan, tiga kali imbang, dan dua kali kalah untuk Persija.
Hasil tersebut cukup menunjukkan perkembangan dibanding dengan era pelatih Ivan Kolev dan Julio Banuelos.
• Indra Sjafri Ingatkan Para Pemainnya Tidak Membuat Kesalahan saat Menghadapi Vietnam
• Tata Cara Lengkap & Niat Mandi Junub Sesuai Hadis untuk Pria dan Wanita, Simak Penjelasannya!
• Penataan Kolong Tol Yos Sudarso Ditargetkan Rampung Desember
Lalu, apakah Edson Tavares bersedia bertahan di Persija setelah kontraknya habis pada akhir musim ini?
"Saya tak merasa akan tetap di sini musim depan. Belum ada yang bicara ke saya soal itu," kata Edson Tavares yang kemudian tertawa, Kamis (28/11/2019).
Pelatih asal Brasil itu memang hanya dikontrak jangka pendek berdurasi empat bulan saat datang pada akhir September 2019.
Dia hanya ditugaskan membenahi posisi Persija yang sempat terdampar di zona merah.
Persija sempat menghuni zona degradasi pada era Julio Banuelos yang membuat pelatih asal spanyol itu dipecat manajemen Persija.
Atas rentetan tren positif tersebut, posisi Persija pun kini sudah mulai membaik dan mulai mendekati papan tengah.
Kini, Macan Kemayoran menempati posisi ke-11 dengan meraih 38 poin dari 29 laga yang sudah mereka lakoni. (TribunJakarta.com/Wahyu Septiana/Bolasport.com)