Pemprov DKI Sebut PKL di Pintu Keluar Stasiun Tanah Abang Pedagang Liar
Pemprov DKI Jakarta tak mengurusi PKL di pintu keluar stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kepala Dinas KUMKMP DKI Adi Ariantara menyebut pedagang liar
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Adi Ariantara mengatakan pihaknya tak mengurusi PKL di pintu keluar stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kata Adi, para pedagang kaki lima (PKL) tersebut merupakan pedagang liar.
Lebih lanjut, Adi mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya mengurusi PKL di jembatan penyeberangan multiguna atau biasa dikenal sky bridge.
"Yang kami bina melalui Pasar Jaya hanya yang berada di sky bridge. Di luar itu, mereka adalah PKL liar. Kami tidak membina PKL liar," ucap Adi, saat dihubungi, Sabtu (30/11/2019).
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi hari ini, pintu keluar stasiun Tanah Abang terdapat beberapa PKL.
Ada yang berdagang pakaian, makanan-minuman, dan sebagainya.
Menurut Adi, penataan PKL di sana kurang efektif.
• Sinopsis Film The Walk, Tayang Malam Ini Pukul 23.00 WIB di TRANS TV: Ada Joseph Gordon Levitt
• Riko Simanjuntak Dapat Garansi Bertahan, Manajemen Persija Jakarta Beri Kontrak Jangka Panjang
"Acara car free day (CFD) saja bisa kosong dari PKL kok, bisa dikendalikan. Apa yang terjadi di sana (pintu keluar stasiun Tanah Abang), aspek penataan PKL kurang baik," ucapnya.
Dia menegaskan, pihaknya tak mengurusi PKL liar tersebut.
"Sekarang begini, kalau orang mengamen di pinggir jalan mengganggu ketertiban umum, yang menindak siapa, bukan kami yang menindak," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/aktivitas-pedagang-kaki-lima-pkl-di-pintu-keluar-stasiun-tanah-abang.jpg)