Petani Aceh Selundupkan Sabu

Petani Penyelundup Sabu Asal Aceh Kabur Saat Akan Melewati X-ray

Selain memeriksa penumpang menggunakan X-ray, polisi juga menyiagakan anjing pelacak K-9.

Petani Penyelundup Sabu Asal Aceh Kabur Saat Akan Melewati X-ray
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Barang bukti sabu seberat 2 Kg hasil penangkapan tersangka kurir narkoba di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (30/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Bak 'pemain' pemula, petani penyelundup sabu asal Aceh mencoba melarikan diri saat hendak diperiksa polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, gerak-gerik tersangka berinisial JS terlihat mencurigakan ketika akan keluar dari Kapal Pelni KM Kelud di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (28/11/2019) pukul 20.30.

"Saat kami mau lakukan pemeriksaan X-ray di pintu keluar, dia kelihatan ragu-ragu," kata Yusri di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (30/11/2019).

Ketika itu, terdapat lebih dari 1.000 penumpang di Kapal KM Kelud. Polisi pun memeriksa satu per satu penumpang dan barang bawaannya.

Selain memeriksa penumpang menggunakan X-ray, polisi juga menyiagakan anjing pelacak K-9.

"Mungkin karena panik, tersangka ini berbalik badan dan melarikan diri. Tapi berkat kesigapan anggota, tersangka berhasil kami amankan," ujar Yusri.

Polisi akhirnya menemukan barang bukti berupa sabu seberat 2 Kg yang dikemas menggunakan kantong plastik.

Kepada polisi, tersangka mengaku hanya disuruh oleh seseorang untuk mengantarkan 2 Kg sabu tersebut ke Jakarta.

Jembatani 12.000 Mahasiswa di Tangerang, Pacific Garden Bentuk Komunitas Pengusaha Muda

Petani Asal Aceh yang Selundupkan Narkoba ke Jakarta Sembunyikan 2 Kg Sabu di Celana Dalam

"Kami masih dalami siapa orang yang menyuruh itu. Dia dibayar berapa juga masih kami dalami. Pengakuannya baru sekali ini melakukan," tutur Yusri.

Tersangka JS dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009.

Ia terancam hukuman pidana minimal enam tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved