Breaking News:

Sebulan Bekerja, Kombinasi Prabowo-Trenggono Dinilai Ideal Kawal Pertahanan Negara

Kedua pasangan ini pun terlihat bekerja keras sebulan terakhir untuk menunjukkan kapasitasnya menjaga dan mengelola pertahanan negara.

ISTIMEWA/Tangkap layar TV Parlemen
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan wakil menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengikuti rapat bersama Komisi I DPR RI, Senin (11/11/2019). 

Instruksi Jokowi dijalankan, Prabowo-Trenggono dengan berkunjung ke PT Pindad, PT PAL Indonesia dan juga PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Kunjungan keduanya untuk memenuhi target kebutuhan Kapal Selam, jet dan juga persenjataan.

"Prabowo dalam kesempatan kunjungan kerjanya fokus mendengar karena ingin belajar dan mengetahui kondisi pertahanan secara detail," tuturnya.

Tak Ada Undangan Khusus untuk Prabowo, Panitia Reuni Mujahid 212: Beliau di Turki

Eselon 3 dan 4 Diganti dengan Kecerdasan Buatan, Begini Penjelasan Presiden Jokowi

Yuko, sapaan akrabnya menilai, walau secara eksplisit keduanya tak mengumumkan pembagian tugas tetapi melihat pergerakan pasangan tersebut terlihat saling mengisi sebagai kesatuan dwitunggal di Kemhan.

"Prabowo terlihat piawai soal alutsista, isu politik internasional, geopolitik, serta physical weapons. Sementara Trenggono fokus memajukan industri pertahanan, membangun kedaulatan siber, ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan sistem teknologi informasi. Keduanya benar-benar kombinasi yang ideal untuk menjaga pertahanan nasional," ucapnya.

Lulusan Magister Politik Universitas Indonesia ini juga mengapresiasi langkah Prabowo yang akan melakukan pembenahan di Komite Kebijakan Industri Pertahan (KKIP. Kebijakan itu, kata Yuko, positif untuk menterjemahkan visi Jokowi dalam menjalankan sistem anggaran pertahanan yang efektif, efisien dan bebas korupsi.

"Menhan juga lagi mau memperbaharui pengurus KKIP, ini bagus untuk membenahi kebijakan industri pertahanan dalam negeri," ujarnya.

Sementara itu, wacana Prabowo yang ingin membentuk komponen cadangan sebenarnya bukan hal baru karena sudah dimandatkan di UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN).

"Komcad sudah ada di UU PSDN yang disahkan pemerintah, tinggal dijalankan saja," tutur Yuko.

Selama jadi Menhan, Prabowo juga sudah bertemu dengan beberapa duta besar negara mitra strategis Indonesia. Sebut saja Dubes Amerika Serikat, Dubes Arab Saudi, India dan juga Uni Eropa.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved