Napi Asal Nigeria Bisnis 158 Kilogram, Anak Buahnya Tewas Ditembak

Namun sebelum ditembak hingga tewas karena berusaha kabur saat melarikan diri diminta menunjukkan lokasi persembunyian pemasok sabunya.

Napi Asal Nigeria Bisnis 158 Kilogram, Anak Buahnya Tewas Ditembak
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
AC saat ditampilkan dalam jumpa pers ungkap pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/12/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Bandar sabu seberat 158 kilogram warga negara (WN) Nigeria berinisial EF tewas dihujam timah panas anggota Direktorat Narkoba Bareskrim Mabes Polri karena berusaha kabur.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan EF merupakan seorang residivis kasus penyalahgunaan narkotika yang baru bebas.

"Tersangka ditangkap pada tanggal 29 November di kawasan Sentul, Bogor. EF ini residivis yang baru bebas dari Lapas tahun 2017," kata Eko di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/12/2019).

Jenazah EF saat dibawa ke instalasi forensik RS Polri Kramat Jati di Jakarta Timur, Senin (2/12/2019).
Jenazah EF saat dibawa ke instalasi forensik RS Polri Kramat Jati di Jakarta Timur, Senin (2/12/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Namun sebelum ditembak hingga tewas karena berusaha kabur saat melarikan diri diminta menunjukkan lokasi persembunyian pemasok sabunya.

EF lebih dulu buka mulut dan mengaku kalau sabu yang diedarkan dikendalikan terpidana kasus narkoba berinisial AC yang juga termasuk WN Nigeria.

"Tersangka EF dalam mengedarkan sabu dikendalikan satu napi kasus narkotika berinisial AC. AC mendapat sabu dari TN yang tinggal di Nigeria," ujarnya.

Modusnya AC memesan sabu kepada TN kemudian menyuruh EF mengambil paket sabu di daerah Bekasi, Jawa Barat lali disimpan di kawasan Sentul.

Eko menuturkan barang bukti 158 kilogram sabu yang disembunyikan EF di mobil, kontrakan hendak diedarkan di kawasan Bogor dan Jakarta.

"Untuk tersangka AC pasal yang disangkakan yakni 114 ayat 2, juncto pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved