Ruko Jadi Pabrik Handphone Ilegal

Pabrik Handphone Ilegal di Penjaringan Jadi Distributor ke Seluruh Indonesia

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, handphone ilegal yang telah jadi kemudian dipasarkan ke seluruh Indonesia.

Pabrik Handphone Ilegal di Penjaringan Jadi Distributor ke Seluruh Indonesia
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Polres Metro Jakarta Utara mengungkap keberadaan pabrik telepon genggam (handphone) ilegal di Kompleks Ruko Toho, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Pabrik handphone ilegal berkedok ruko di Penjaringan, Jakarta Utara, bisa memproduksi hingga 200 barang sehari.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, handphone ilegal yang telah jadi kemudian dipasarkan ke seluruh Indonesia.

Pasar terbesarnya masih berada di sekitaran DKI Jakarta.

Suasana pabrik handphone ilegal berkedok ruko di Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/12/2019).
Suasana pabrik handphone ilegal berkedok ruko di Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/12/2019). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

"Dipasarkan hampir di seluruh Indonesia, jadi tidak hanya di Pulau Jawa saja. Di luar Pulau Jawa pun mereka pasarkan," kata Budhi, Senin (2/12/2019).

NG selaku pemilik pabrik mengimpor suku cadang pembuatan handphone dari Cina.

Ketika selesai dirakit, ia mematok harga satu unit handphone antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta.

Dengan harga tersebut, NG tidak kesulitan memasarkan produknya.

"Kalo kita lihat, dengan harga yang cukup murah, kemudian spesifikasi yang cukup tinggi untuk handphone yang murah, jadi banyak peminat sehingga memasarkannya mereka tidak kesulitan," kata Budhi.

NG ditangkap hari ini di Pontianak, Kalimantan Barat. Sebelumnya pada Jumat (29/11/2019), polisi terlebih dahulu menggerebek pabrik handphone ilegal berkedok ruko itu.

Halaman
1234
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved