Ruko Jadi Pabrik Handphone Ilegal

Pemilik Pabrik Handphone Ilegal di Penjaringan Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Saat menggerebek pabrik handphone ilegal tersebut Jumat (29/11) lalu, polisi mendapati 29 pegawai di dalamnya. Tiga di antaranya anak di bawah umur.

Pemilik Pabrik Handphone Ilegal di Penjaringan Pekerjakan Anak di Bawah Umur
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
NG, pemilik pabrik ilegal berkedok ruko di Penjaringan, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - NG, tersangka pemilik pabrik handphone ilegal di Kompleks Ruko Toho, Penjaringan, Jakarta Utara, mempekerjakan anak di bawah umur.

Saat menggerebek pabrik handphone ilegal tersebut Jumat (29/11/2019) lalu, polisi mendapati 29 pegawai di dalamnya.

Tiga di antaranya anak di bawah umur.

"Tersangka memperkerjakan 29 karyawan. Tiga di antaranya di bawah umur," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto, Senin (2/12/2019) di lokasi.

Menurut Budhi, 29 pegawai pabrik handphone ilegal tersebut dipilih NG berdasarkan kemampuan mereka.

Kebanyakan di antaranya adalah mereka yang terampil di bidang telekomunikasi.

"Tersangka ini memang mempekerjakan orang yang punya keahlian tertentu dalam hal telekomunikasi. Sebagai contoh, ada yang mensolder, ada yang membetulkan kabel, dan seterusnya," jelas Budhi.

NG mempekerjakan pegawainya selama enam hari dalam seminggu.

Para pegawai juga ia gaji dengan upah yang cenderung di bawah rata-rata, yakni sekitar Rp 1,6 juta per bulan.

Halaman
1234
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved