Imigrasi Depok Gagalkan Keberangkatan Calon TKI Ilegal

Petugas Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Depok menangguhkan proses pembuatan dokumen paspor Republik Indonesia.

Imigrasi Depok Gagalkan Keberangkatan Calon TKI Ilegal
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kepala Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Depok Agung Wibowo (tengah) ketika memberikan keterangan pada awak media. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Petugas Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Depok menangguhkan proses pembuatan dokumen paspor Republik Indonesia, yang diduga akan digunakan oleh pekerja migran Indonesia (PMI) non prosedural aliasilegal.

Kepala Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Depok Agung Wibowo mengatakan, awal mulanya terungkap kasus tersebut adalah ketika ada seseorang yang menjadi jasa perantara untuk mengurus paspor tersebut dengan tujuan wisata.

Namun, setelah menjalani pemeriksaan petugas menemukan fakta bahwa pengurusan paspor tersebut adalah untuk bekerja di luar negeri.

Oknum Wartawan Diduga Hancurkan Aset Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Berujung Hukum

“Kejadian diketahui pada pekan lalu ketika ada salah satu orang sedang membantu PMI Non prosedural yang akan membuat paspor," ujar Agung di Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Depok, Cilodong, Selasa (3/12/2019).

Lanjut Agung, atas temuan tersebut pihaknya pun melakukan pengembangan dan ternyata diketahui bahwa pemohon tersebut datang bersama 17 orang yang lain dengan modus yang sama.

 “Saat ini petugas masih terus mendalami laporan. Petugas terus mengejar orang yang dimaksud membawa berkas untuk PMI-Non prosedural tersebut,” tambahnya.

Terakhir, Agung pun mengimbau pada masyarakat yang hendak menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) agar mengikuti prosedur permohonan yang berlaku, agar keberadaan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri dapat dilindungi oleh negara.

 “Ini merupakan bentuk keseriusan dari Direktorat Jenderal Imigrasi beserta jajaran dan juga menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih hati-hati lagi ketika hendak membuat dokumen keimigrasian,” pungkasnya. (*)

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved