Melihat Proses Evakuasi Sarang Tawon di Rumah Warga Oleh Damkar Kota Bekasi

Proses evakuasi dimualai sekitar pukul 19.00 WIB dengan menerjunkan lima orang petugas Damkar dari Tim Rescue.

Melihat Proses Evakuasi Sarang Tawon di Rumah Warga Oleh Damkar Kota Bekasi
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Proses evakuasi sarang tawon di rumah warga yang dilakukan Damkar Kota Bekasi, Selasa, (3/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) melakunan evakuasi sarang tawon berukuran cukup besar di salah satu rumah warga di Jalan Mawar 5, Perumnas I, RT15/8, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, Selasa (3/12/2019).

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan menerjunkan lima orang petugas Damkar dari Tim Rescue.

Karena lokasinya yang berada di kawasan pemukinan, petugas terlebih dahulu meminta warga di sekitar lokasi agar mematika seluruh lampu.

Proses evakuasi sarang tawon di rumah warga yang dilakukan Damkar Kota Bekasi, Selasa, (3/12/2019).
Proses evakuasi sarang tawon di rumah warga yang dilakukan Damkar Kota Bekasi, Selasa, (3/12/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Tujuan dimainkannya lampu agar pada saat sarang tawon dievakuasi, serangga yang dapat menyengat itu tidak kabur mencari sumber cahaya.

Suasana gelap gulita langsung tersaji di sekitar lokasi evakuasi, tiga orang petugas naik ke atap rumah. Dua diantaranya melakukan penjagaan di dalam dan luar ruangan.

Tidak membutuhkan waktu lama, sekitar satu jam petugas berhasil menuntaskan misinya, sarang tawon berukuan kurang lebih 40 sentimeter dapat dievakuasi.

Tim Rescu Damkar Kota Bekasi, Eko Uban, mengatakan, proses evakuasi berjalan cukup lancar. Hanya saja, petugas sedikit mendapat kendala ketika menjangkau sarang tawon yang berada di sela antara atap bangunan.

"Cukup sulit karena letaknya berada diantara genting, ukurannya kurang lebih 40 sentimeter," kata Eko.

Metode evakuasi dilakukan dengan cara, menyemprotkan cairan pembasmi serangga langsung ke dalam sarang. Ketika tawon sudah dipastika mati, baru kemudian sarangnya diangkat dari tempatnya.

"Jadi pas disemprot itu posisi gelap supaya tawonnya enggak terbang nyari sumber cahaya," jelas dia.

Bintari pemilik rumah mengatakan, sarang tawon itu sudah ada sejak tiga bulan lalu. Awalnya ukuran sarang hanya sebesar telur ayam lalu lama kelamaan membesar.

"Pernah ada yang kena tersengat, waktu itu kebetulan ada tukang mau pasang plafon tersengat bagiannya lengannya," jelas dia.

Usai kejadian itu, dia mengaku tidak berani untuk melakuan evakuasi sendiri. Akhirnya dia memilih meminta bantuan ke Damkar agar dilakukan evakuasi.

"Pagi tadi saya lapor siang disurvey dan malamnya langsung dieksekusi, karena saya enggak berani kalau harus evakuasi sendiri," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved