Penyebaran HIV/AIDS di Banten Mayoritas Disebabkan oleh Hubungan Sesama Jenis

belakangan muncul fenomena baru kalau LGBT sekarang menjadi penyebab utama maraknya HIV/AIDS di kawasan Banten, terutama Tangerang

Penyebaran HIV/AIDS di Banten Mayoritas Disebabkan oleh Hubungan Sesama Jenis
Net
HIV Aids 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Hubungan terlarang dari pasangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT menjadi penyebab utama penyebaran virus HIV/AIDS di Banten.

Menurut Dokter penanganan penderita HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Tangerang dr. I Gede Raikosa, melunjaknya angka HIV/AIDS di Banten awalnya karena jarum suntik sejak 2009.

Namun, belakangan muncul fenomena baru kalau LGBT sekarang menjadi penyebab utama maraknya HIV/AIDS di kawasan Banten, terutama Tangerang.

"Sejak 2009 perkembangannya yang banyak dari jarum suntik dan menularkan ke yang lain. Cuma belakangan penanganan narkoba yang baik sehingga obat-obat suntik sudah susah didapat. Sehingga perkembangam populasi mengarah ke LGBT," jelas Raikosa kepada TribunJakarta.com, Selasa (3/12/2019).

Faktor kedua lainnya yang sedang merangkak naik adalah istri yang mendapatkan 'kado' dari suaminya.

Namun, ia memastikan bahwa penyebaran virus HIV/AIDS melalui jarum suntik di Banten sudah berkurang drastis.

"Perkembangan makin tahun yang ke arah jarum suntik sudah sangat berkurang," sambung Raikosa.

Bermodus Jadi Calon Pembeli, Seorang Pria di Cengkareng Bawa Kabur Ponsel dari Toko

Ular Sanca Sepanjang 2,5 Meter Hebohkan Warga Sunter Agung

Dari data yang didapatkan, penderita penyakit mematikan tersebut naik 50 persen dari tahun 2017 ke 2018 di Banten.

"Kalau tidak salah waktu 2017 data di rumah sakit di RSUD Kabupaten Tangerang, penularan lewat jarum suntik itu ada di atas 50 persen," terang Raikosa.

Raikosa menerangkat terdapat 11.238 penyandang HIV dan AIDS di Banten hingga akhir 2018.

Sementara yang positif terserang dan sudah terjangkit AIDS di Banten sejak akhir 2018 berjumlah 2.989 orang.

Lalu angka kematian yang disebabkan oleh virus HIV/AIDS di Banten hingga akhir tahun 2018 berjumlah 268 orang.

"75 persen penyandang HIV/AIDS di banten itu ada di Tangerang raya, jadi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan," tutur Raikosa.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved