Ruko Jadi Pabrik Handphone Ilegal

Polisi Gandeng Kemenkominfo Selidiki Bahaya HP Ilegal Keluaran Pabrik Berkedok Ruko di Jakut

Polres Metro Jakarta Utara berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo periksa ponsel ilegal dari pabrik berkedok ruko di Penjaringan.

Polisi Gandeng Kemenkominfo Selidiki Bahaya HP Ilegal Keluaran Pabrik Berkedok Ruko di Jakut
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto saat ditemui di kantornya, Selasa (3/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Polres Metro Jakarta Utara berkoordinasi dengan ahli dari Kementerian Kominfo untuk memeriksa barang bukti sitaan dari pabrik handphone ilegal yang diungkap di Kompleks Ruko Toho, Penjaringan, Jakarta Utara.

18.000 unit handphone ilegal siap edar yang disita nantinya akan dicek apakah berbahaya ketika digunakan atau tidak.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, pemeriksaan nantinya juga bakal memastikan seluruh handphone tidak sesuai spesifikasi yang dipersyaratkan dalam izin postel.

"Sehingga nantinya kita bisa mendapatkan apakah barang-barang yang kita anggap ilegal itu berbahaya atau tidak," kata Budhi di kantornya, Selasa (3/12/2019) sore.

Budhi mengatakan hasil pemeriksaan dari ahlinya bakal menjadi pertimbangan polisi untuk menentukan langkah lebih lanjut.

Setelah ada hasil dan ternyata berbahaya, polisi bakal bergerak untuk menarik handphone ilegal keluaran pabrik berkedok ruko itu dari pasaran.

"Tentunya kita akan mencoba menarik dari pasaran agar tidak membahayakan para pengguna yang mungkin tidak tau apa-apa," ucap dia.

Sebelumnya, selain menggerebek pabrik, polisi juga menangkap dan menetapkan pemilik pabrik, NG, sebagai tersangka lantaran melakukan sejumlah pelanggaran.

Suasana pabrik handphone ilegal berkedok ruko di Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/12/2019).
Suasana pabrik handphone ilegal berkedok ruko di Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/12/2019). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Ia menyalahi perizinan tiga ruko miliknya, di mana perizinan awalnya yakni izin perdagangan aksesoris.

Halaman
1234
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved