Ruko Jadi Pabrik Handphone Ilegal

Polisi Temukan 3.000 Unit HP dari Pabrik Ilegal di Penjaringan Rusak

3.000 unit handphone tersebut sempat dikembalikan ke pabrik milik tersangka NG itu lantaran kondisinya rusak.

Polisi Temukan 3.000 Unit HP dari Pabrik Ilegal di Penjaringan Rusak
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Suasana pabrik handphone ilegal berkedok ruko di Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Polisi menemukan 3.000 unit handphone yang dirakit pabrik ilegal berkedok ruko di Kompleks Ruko Toho, Penjaringan, Jakarta Utara, bermasalah.

3.000 unit handphone tersebut sempat dikembalikan ke pabrik milik tersangka NG itu lantaran kondisinya rusak.

"Kita menemukan fakta bahwa di tempat tersebut ada 3.000 HP yang reject. Artinya HP yang dikembalikan oleh penggunanya karena rusak," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto, Selasa (3/12/2019) sore.

Polisi menduga, masih cukup banyak handphone rakitan lain dari pabrik itu yang kemungkinan mudah rusak.

Namun, ada kemungkinan lain di mana penggunanya enggan untuk mengembalikan.

"Atau mungkin juga (handphone rakitan tersebut) masih ada di pasaran," ucap Budhi.

Polisi pun berencana menyelidiki di mana saja tempat yang dijadikan distributor handphone rakitan ini.

"Nanti kita panggil dan kita periksa untuk memastikan bahwa barang-barang itu tidak berbahaya di pasaran," kata Kapolres.

Sebelumnya, selain menggerebek pabrik, polisi juga menangkap dan menetapkan pemilik pabrik, NG, sebagai tersangka lantaran melakukan sejumlah pelanggaran.

Halaman
1234
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved