Bocah 9 Tahun yang Dicabuli Ayah Tiri Selama 2 Tahun Akan Diberi Pendampingan

Bocah tersebut diberi pendampingin karena dikhawatirkan mengalami trauma akibat perbuatan ayah tirinya

Bocah 9 Tahun yang Dicabuli Ayah Tiri Selama 2 Tahun Akan Diberi Pendampingan
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Kondisi rumah kontrakan yang ditinggali D dan anak tirinya di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (2/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) terkait kasus pencabulan anak oleh ayah tirinya di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya mengatakan, bocah perempuan berusia sembilan tahun itu akan mendapat pendampingan.

"Kami bekerja sama dengan P2TP2A untuk memberikan bimbingan konseling," kata Andi di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Selasa (3/12/2019).

Andi menambahkan, pihaknya khawatir bocah tersebut mengalami trauma akibat perbuatan ayah tirinya.

"Jadi perlu ada treatment trauma healing untuk korban," ujarnya.

Perbuatan bejat ayah tiri berinisial D kepada anaknya sudah dilakukan sejak 2017 di rumah kontrakannya di Jalan Bali Matraman, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

D memperkosa anak tirinya ketika istrinya sedang tidak berada di rumah.

"Jadi bukan di depan ibunya. Justru dilakukan setiap ibunya tidak ada di rumah. Justru ibu korban yang melapor ke polisi," jelas Andi.

Selain melakukan pencabulan, D juga kerap menganiaya dan mengancam anak tirinya.

Sebelumnya, D sempat menjadi bulan-bulanan massa karena perilaku bejatnya.

Begini Cara Tahu Nomor WhatsApp Kamu Diblokir, Cukup Perhatikan Ini!

Terdengar Suara Air & Bau Amis Menyengat, Warga Temukan MS Tengah Alami Pendarahan di Kamar Mandi

Peristiwa itu pun viral di media sosial setelah salah satu akun mengunggah informasi tersebut di Facebook.

D kini harus mendekam di ruang tahanan Polres Metro Jakarta Selatan.

Ia dijerat pasal 76D Jo 81 No 35/2014 tentang perbuhan atas UU RI No 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal pidana 15 tahun penjara.
 

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved