Breaking News:

Persija Jakarta

Gelar Muswil, Pengurus Pusat Umumkan 2 Kandidat Calon Ketua Umum The Jakmania

Pengurus Pusat (PP) The Jakmania mengumumkan dua calon ketua umum baru periode 2020-2023. Mereka adalah Diky Soemarno dan Joey Roy.

TRIBUNJAKARTA.COM/WAHYU SEPTIANA
Spanduk Kritikan The Jakmania Bertebaran di Laga Persija Jakarta Vs Bali United 

Selama tiga tahun terakhir, Bung Ferry sudah membangun pondasi yang bagus terhadap organisasi The Jakmania.

Nantinya, ketua baru The Jakmania bisa meneruskan program yang sudah ada dan membenahi segala kekurangan.

"Sebetulnya apa yang sudah dibuat saya sekarang itu adalah pakem banget, tinggal bagaimana mengelolanya," tegas Bung Ferry.

Kedepannya, Bung Ferry menginginkan The Jakmania mempunyai kartu khusus dan multifungsi yang bisa digunakan dalam beraktifitas sehari-hari.

Di kepengurusan selanjutnya, program tersebut diharapkan bisa terlaksana dengan baik.

"Pertama merintis kartu anggota yang bisa multifungsi. Selama ini terbentur kendala dari bank, tapi bukan berarti ga bisa," ujar Ferry.

"Itu sudah dirintis dalam waktu dekat buat pengurus dulu dan kemungkinan ke depan harus buat anggota. Anak-anak harus diajarkan buat maju, kartu itu multifungsi bukan hanya identitas pribadi tapi ada fungsinya," harapnya.

Selain itu, The Jakmania diminta lebih bisa menyatu dengan masyarakat di Ibu Kota.

"Berikutnya ada kegiatan yang lebih memasyarakatkan Jakarta. Jakarta ini penuh kesibukan, kalau kita bikin yang melibatkan mahasiswa dan pelajar itu akan lebih membuat Jakmania menyentuh ke masyarakat," tutur Bung Ferry

Baru Selesai Gelar Muswil, The Jakmania Segera Miliki Ketua Umum Baru

Kelompok suporter pendukung tim Persija Jakarta, The Jakmania tengah mempersiapkan diri dalam proses pemilihan ketua umum baru periode 2020-2023.

Masa kepemimpinan Tauhid Indrasjarief atau Bung Ferry sebagai ketua umum The Jakmania akan berakhir pada awal tahun 2020 mendatang.

Saat ini, PP The Jakmania baru selesai mengadakan Musyawarah Wilayah (muswil) untuk menentukan nama satu calon ketua umum baru periode 2020-2023.

Bung Ferry menilai agenda muswil sengaja dilakukan untuk memilih dan menjaring nama calon ketua umum baru The Jakmania.

Setiap Korwil The Jakmania berhak memberikan rekomendasi satu nama calon ketua umum baru masa bakti 2020-2023.

Adapun salah satu syarat yang diajukan PP The Jakmania untuk menjadi ketua umum baru adalah maksimal berusia 40 tahun.

"Sekarang sudah selesai dalam tahap muswil, dari muswil ini kita berharap muncul nama baru atau nama lama. Karena batasan usia 40 tahun, pasti bakal ada nama baru," kata Bung Ferry kepada TribunJakarta, Selasa (3/12/2019).

Bung Ferry berharap dari hasil muswil ini memunculkan nama-nama baru yang menjadi kandidat ketua umum The Jakmania.

Sosok baru dibutuhkan untuk menjadi pemimpin dan membawa perubahan The Jakmania menjadi lebih positif.

Selain itu, sosok baru diharapkan bisa muncul dan menjadi penerus dari sebelum-sebelumnya.

"The next generation harus tetep ada, jangan terpaku sama Bung Ferry, Ayah Rico, Mas Danang, Bang Richard saja. Jadi harus ada sosok baru yang lebih segar dan idenya milenial. Harus juga mengikuti perkembangan Persija sekarang," paparnya.

Revitalisasi Trotoar Kemang Dinilai Bikin Lahan Parkir Terbatas, Dari 14 Mobil Jadi 4 Mobil

Perempuan Ini Tewas Bersimbah Darah di Kos: Sejumlah Sayatan di Leher dan Benturan, Ini Kata Polisi

Dalam proses pemilihan kali ini, Bung Ferry menginginkan semuanya berjalan secara demokrasi.

Nama-nama yang sudah dicalonkan dari berbagai korwil diharapkan bisa memberikan perubahan positif bagi organisasi The Jakmania.

"Pokoknya kita pengen demokrasi, yang namanya demokrasi ga bisa dipaksakan harus berapa pun calonnya. Kalau ternyata hasil muswil keluar 1 nama, ya itu dinamakan demokrasi," tambahnya.

Lebih lanjut, Bung Ferry menekankan kepada setiap korwil merekomendasikan nama calon yang sudah siap lahir batin menjadi ketua umum The Jakmania.

"Sebetulnya saat kita keluarkan sarat, korwil harus sudah tahu mau calonkan siapa. Agar suaranya tetapakai dalam muswil ini. Kalau ngga bersedia jangan dicalonkan," tutur pria kelahiran Bandung tersebut.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved