Heboh Dugaan Direksi Garuda Bawa Onderdil Harley, DPR: Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto meminta publik untuk tidak terburu-buru menghakimi Dirut Garuda

Heboh Dugaan Direksi Garuda Bawa Onderdil Harley, DPR: Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah
Dok Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto meminta publik untuk tidak terburu-buru menghakimi Dirut Garuda yang diduga membawa barang mewah berupa onderdil motor Harley Davidson ke pesawat Garuda yang baru dibeli dari Prancis berjenis Airbus dengan type A-330-900 seri Neo.

Pasalnya, lanjut dia, berdasarkan informasi dari instansi terpercaya yang didapatnya, apa yang ramai diberitakan diberbagai media massa terkait Dirut Garuda membawa motor Harley Davidson tidak seperti kenyataan yang sebenarnya.

"Berdasarkan informasi dari Bea Cukai yang notabenenya lembaga yang mesti kita percayai, Bea Cukai dalam keterangan persnya yang saya dapat menyatakan bahwa tidak ada pelanggaran yang dilakukan dan memang semua sudah sesuai aturan kepabeanan. Saya kira harusnya diklarifikasi dulu. Sekarang banyak fitnah karena sedang banyak direksi dan komisaris yang mau diganti," tutur Politikus PDIP itu kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Garuda Indonesia Tindak Tegas Karyawan Pembawa Badan Motor Harley Davidson Ilegal di Pesawat

Darmadi menduga, kasus tersebut jadi ramai karena bisa jadi ada yang bermain dibelakangnya.

"Takutnya hanya ciptakan berita seolah-olah Dirut Garuda sekarang melanggar aturan sehingga berharap menteri BUMN mengganti Dirut Garuda," ujar anggota Baleg DPR RI itu.

Lebih lanjut Darmadi menyarankan agar Menteri BUMN berhati-hati dan bijak dalam menyikapi berbagai isu di BUMN yang belum jelas validitas dan kesahihannya.

"Meminta menteri BUMN jangan terjebak dalam siasat yang dijalankan orang yang menginginkan Dirut Garuda diganti. Pak menteri mesti hati-hati dengan berbagai fitnah, hoax yang kian berhembus kencang," tegas Bendahara Megawati Institute itu.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved