Jalan Kaki Sambil Angkat Telepon, Warga Cipayung Jadi Korban Jambret di Depan Kuburan

Dian sedang berjalan kaki depan satu kuburan yang jadi akses menuju rumah bibinya di RT 05/RW 05 Kelurahan Bambu Apus.

Jalan Kaki Sambil Angkat Telepon, Warga Cipayung Jadi Korban Jambret di Depan Kuburan
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 
Rekaman CCTV saat pelaku melarikan diri usai menjambret handphone Dian Ratna Sari di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Dian Ratna Sari (29), jadi korban penjambretan di Jalan SMPN 180, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, pada Rabu (4/12/2019).

Kejadian berawal saat Dian sedang berjalan kaki depan satu kuburan yang jadi akses menuju rumah bibinya di RT 05/RW 05 Kelurahan Bambu Apus.

Kala itu, sekira pukul 11.00 WIB Dian yang baru saja pulang kerja menerima panggilan telepon dan hendak menjawabnya.

Dian Ratna Sari (29), korban penjambretan di Jalan SMPN 180 saat ditemui di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019)
Dian Ratna Sari (29), korban penjambretan di Jalan SMPN 180 saat ditemui di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019) (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

"Pas saya mau angkat telepon dari belakang pelaku datang naik motor dan langsung ambil handphone saya. Pelakunya dua orang, boncengan naik motor," kata Dian di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019).

Dia mengaku tak sadar sudah dibuntuti pelaku yang datang dari arah Jalan Bambu Hitam menaiki sepeda motor Yamaha Scoopy warna putih.

Dian sempat meneriaki kedua pelaku yang berusia remaja saat kabur ke arah Jalan SMPN 180 dengan harapan warga berhasil mencegat pelaku.

"Saya teriak maling, maling, begitu. Tapi karena situasinya lagi sepi pelaku berhasil kabur. Saya sendiri syok banget, tiba-tiba dijambret seperti itu," ujarnya.

Merujuk keterangan bibinya yang tinggal dekat lokasi kejadian, Dian menuturkan dia bukan korban penjambretan pertama di Jalan SMPN 180.

Aksi pelaku sebenarnya tersorot kamera CCTV satu rumah warga, nahas kencangnya laju motor pelaku membuat pelat nomor kendaraan tak terlihat.

"Saya belum bikin laporan ke polisi, tapi ada niat sih untuk lapor. Karena di situ memang sudah sering kejadian, biar pelakunya bisa ditangkap juga," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved