Penangkapan Geng Motor

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Tawuran Antar Geng Motor di Sunter

Polisi menetapkan tiga orang tersangka baru dalam kasus tawuran antar geng motor yang berujung tewasnya pria bernama Herly Suprapto (27).

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Anggota geng motor pelaku tawuran saat diekspose di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (26/11/2019). 

Mereka masing-masing berinisial FAP (16), FF (14), AP, N, RHK, BS, G, dan Y.

Adapun pelaku utama pembacokan ini ialah FAP, yang membacok korban, dan FF yang berperan membonceng FAP. Keduanya merupakan warga Pademangan, Jakarta Utara.

Dari delapan orang yang ditangkap, enam orang di antaranya masih berstatus saksi.

Sementara itu, FAP dan FF sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diancam pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP juncto pasal 55, 56 juncto pasal 358 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan matinya orang. (*)

Polisi Bongkar Makam Korban Tewas saat Tawuran Geng Motor di Sunter

Polisi membongkar makam Herly Suprapto (27), korban pembacokan geng motor yang dikubur di TPU Kawi-kawi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Pembongkaran makam ini guna melanjutkan penyidikan terhadap kasus tawuran antar geng motor yang terjadi di Jalan Sunter Kangkungan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (24/11/2019) lalu.

"Pada hari ini penyidik Polres Metro Jakarta Utara dengan dokter forensik dari RS Kramat Jati melakukan gali kuburan terhadap korban atas nama Herly Suprapto," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Setelah membongkar makam korban, polisi dibantu tim forensik RS Kramat Jati juga melakukan autopsi terhadap jenazah Herly.

Hasil autopsi ini lah yang dijadikan pelengkap alat bukti lainnya yang telah ada dalam proses penyidikan.

"Jadi dari kegiatan ini kami berharap tentunya bisa melakukan autopsi, apa yang menjadi penyebab dari Herly Suprapto dan tentunya menjadi bahan berkaitan dengan penyidikan yang saat ini sudah kami lakukan," ucap Wirdhanto.

Sebelumnya, Herly Suprapto (27) tewas dalam insiden tawuran antar geng motor yang terjadi Minggu (24/11/2019) dini hari.

Adapun dua geng motor yang terlibat tawuran ini bernama geng motor VDM (Vademangan) dan Sunter Kangkungan.

Anies Baswedan Berjanji Segera Unggah Dokumen Anggaran Usai Sepakati Rancangan APBD 2020

Korban Herly adalah anggota geng motor Sunter Kangkungan, sementara delapan pelaku yang tertangkap dari VDM.

Mereka masing-masing berinisial FAP (16), FF (14), AP, N, RHK, BS, G, dan Y.

Adapun pelaku utama pembacokan ini ialah FAP, yang membacok korban, dan FF yang berperan membonceng FAP. Keduanya merupakan warga Pademangan, Jakarta Utara.

Dari delapan orang yang ditangkap, enam orang di antaranya masih berstatus saksi.

Sementara itu, FAP dan FF sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diancam pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP juncto pasal 55, 56 juncto pasal 358 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan matinya orang.

Anggota geng motor pelaku tawuran saat diekspose di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (26/11/2019).
Anggota geng motor pelaku tawuran saat diekspose di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (26/11/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Kronologi kejadian

Tawuran antar geng motor di Jalan Sunter Kangkungan, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang terjadi Minggu (24/11/2019) dini hari menewaskan satu orang.

Tawuran ini ternyata berawal dari adanya janjian antar dua geng motor yang saling kenal tersebut.

Satu geng motor bernama VDM (Vademangan) dan satu lainnya bernama Sunter Kangkungan.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, dua geng motor ini sebenarnya masuk dalam satu grup WhatsApp.

"Artinya mereka sebenarnya berteman, mereka masuk dalam grup (WhatsApp) bernama 'Team_setting_judulnya'," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (26/11/2019).

Kedua geng motor ini saling kenal lantaran mereka menjadi pelanggan di satu bengkel yang sama.

Lokasi bengkel tempat mereka berkumpul, kata Budhi, ada di Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Kemudian mereka membuat satu grup dan pada malam itu hari sabtu mereka janjian untuk melaksanakan tawuran," ucap Budhi.

Sabtu (23/11/2019) malam, melalui grup WhatsApp tersebut, kedua geng motor ini janjian untuk tawuran di dekat RS Mitra Kemayoran.

Namun, belum sempat terjadi tawuran, kedua geng motor ini sudah dihalau warga setempat.

"Mereka janjian lagi kemudian terjadilah di TKP (Jalan Sunter Kangkungan)," ucap Budhi.

Tawuran terjadi Minggu dini hari dan melibatkan sedikitnya 20 anggota dari kedua geng motor tersebut.

Satu orang bernama Herly Suprapto (27) dari geng motor Sunter Kangkungan tewas setelah dibacok.

Tawuran yang memakan korban ini dilaporkan ke polisi. Dalam hitungan 15 jam, polisi menangkap delapan orang yang terlibat.

Mereka masing-masing berinisial FAP (16), FF (14), AP, N, RHK, BS, G, dan Y.

Adapun pelaku utama pembacokan ini ialah FAP, yang membacok korban, dan FF yang berperan membonceng FAP.

Keduanya merupakan warga Pademangan, Jakarta Utara.

Menurut Budhi, dari delapan orang yang ditangkap, enam orang di antaranya masih berstatus saksi.

"Nanti mendekati 24 jam akan kita tentukan apakah statusnya naik sebagai tersangka atau memang saksi yang kebetulan ada di lokasi tersebut," ucap Budhi.

Sementara itu, FAP dan FF sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diancam pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP juncto pasal 55, 56 juncto pasal 358 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan matinya orang.

"Tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara," ucap Budhi.

FAP (16), di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (26/11/2019).
FAP (16), di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (26/11/2019). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Pelaku pembacokan masih SMP

FAP, anggota geng motor yang terlibat tawuran dan bacok lawannya hingga tewas di Sunter, mengaku masih duduk di bangku kelas 3 SMP.

Ia juga mengaku baru berumur 16 tahun.

"Saya masih kelas 3 SMP. Masih 16 tahun," ucapnya saat diekspose di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (26/11/2019).

FAP mengaku terlibat dalam tawuran lantaran dipaksa oleh teman-temannya anggota geng motor VDM (Vademangan).

Mereka lantas menyerang geng motor Sunter Kangkungan setelah sempat janjian lewat WhatsApp.

"Karena emosi tinggi sama anak Sunter Kangkungan," katanya.

FAP ditangkap usai menjadi pelaku utama pembacokan yang menewaskan korban Herly Suprapto (27).

Saat tawuran maut terjadi Minggu (24/11/2019), FAP dibonceng teman se-gengnya berinisial FF.

Di Singapura, Ciputra Sempat Dirawat Selama 42 Hari

Akui Tak Paksa Putranya Minum ASI, Sarwendah Tan Kaget Dengar Betrand Peto Minta Ini saat Makan

FF sendiri mengaku baru berusia 14 tahun.

"Saya masih kelas 2 SMP, masih 14 tahun. Saya cuman nyetir motor doang," kata FF.

Polisi menangkap FAP dan FF beserta enam orang anggota geng motor lainnya 15 jam pascakejadian.

FAP dan FF dijadikan tersangka, sementara enam lainnya masih diproses.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP juncto pasal 55, 56 juncto pasal 358 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan matinya orang.

"Tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara," ucap Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved