Persija Jakarta

Digilas Bhayangkara FC, Bek Persija Jakarta Ini Teringat Laga Lawan Persib Bandung Untuk Bangkit

Persija Jakarta kalah telak 0-3 dari Bhayangkara FC pekan ke-30 Liga 1 2019 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan. Tony Sucipto teringat Persib Bandung.

Penulis: Suharno | Editor: Wahyu Aji
LIGA-INDONESIA.ID
Duel Tony Sucipto (kanan) dan Adam Alis (kiri) pada laga Persija Jakarta kontra Bhayangkara FC di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (10/8/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta harus merasakan kekalahan telak 0-3 dari Bhayangkara FC pada pekan ke-30 Liga 1 2019 di Stadion PTIK, Melawai, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Itu menjadi kekalahan pertama Persija Jakarta dari tujuh pertandingan terakhir di Liga 1 2019.

Kekalahan itu tentu saja membuat Persija Jakarta masih belum aman untuk bertahan di Liga 1 2019.

Jumlah poin yang dimiliki Persija Jakarta saat ini baru 38 poin, sementara tiga tim yang duduk di zona degradasi memiliki 30 poin dan 28 poin.

Hasil negatif yang didapatkan Macan Kemayoran membuat Tony Sucipto meminta rekan-rekannya untuk melupakannya.

Sebab, terdekat Persija Jakarta akan melawan Perseru Badak Lampung pada pekan ke-31 Liga 1 2019 di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Minggu (8/12/2019).

Timnas U-23 Indonesia Lolos ke Semifinal Sea Games 2019, Indra Sjafri Fokus Lakukan Hal Ini

Laga melawan Perseru Badak Lampung tentu sangat krusial bagi Persija Jakarta.

Diyakini Perseru Badak Lampung akan tampil maksimal demi mendapatkan tiga poin karena saat ini posisi mereka masih belum aman.

"Pertandingan melawan Bhayangkara FC sudah selesai dan kami harus fokus untuk pertandingan berikutnya," kata Tony Sucipto.

"Ini sama seperti melawan Persib Bandung. Waktu itu kami kalah dan selanjutnya kami fokus ke depan untuk mendapatkan hasil positif," ucap pemain asal Surabaya, Jawa Timur, itu.

Persija Jakarta dan Persib Bandung Berpeluang Dampingi PSM Makassar di AFC Cup 2020, Ini Syaratnya

Tony Sucipto mengucapkan selamat kepada Bhayangkara FC yang berhasil meraih kemenangan melawan Persija Jakarta.

Menurutnya, ia dan rekan-rekannya sudah berusaha semaksimal mungkin, namun dewi fortuna belum berpihak kepada Persija Jakarta.

"Kami tidak pernah bermain jelek tapi Bhayangkara FC memasukan gol dengan cepat dan itu membuat permainan kami menurun," kata Tony Sucipto.

Persija Jakarta Digilas Bhayangkara FC: Nasib Edson Tavares Hingga Munculnya Nama Widodo C Putro

Persija Jakarta Kena Denda

Dua klub Liga 1 2019, Persija Jakarta dan Arema FC mendapat sanksi sesuai hasil sidang Komite Displin atau Komdis PSSI.

Persija Jakarta dan Arema FC mendapat sanksi dari Komdis PSSI karena ulah suporternya pada laga Liga 1 2019.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah menggelar sidang pada Jumat (29/11/2019).

Sidang tersebut membahas pelanggaran disiplin dari peserta kompetisi Liga 1 dan Liga 2 baik itu yang dilakukan oleh klub, pelatih, pemain, hingga suporter.

Hasil sidang Komdis telah diumumkan dalam laman PSSI pada Rabu (4/12/2019).

Dalam hasil sidang tersebut, ada tujuh tim dari Liga 1 maupun Liga 2 yang mendapatkan sanksi akibat sejumlah alasan.

Arema FC dan Persija Jakarta menjadi dua tim dengan jumlah hukuman terbesar dari seluruh sanksi yang diberikan oleh Komdis PSSI.

Kedua tim tersebut dijatuhi sanksi akibat bentuk pelanggaran yang sama.

Baik Singo Edan maupun Macan Kemayoran dihukum karena ulah suporter yang menyalakan flare seusai laga yang mempertemukan kedua tim.

Kedua kesebelasan saling berhadapan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (23/11/2019).

Laga berakhir imbang 1-1 setelah pada menit ke-87 Makan Konate berhasil menciptakan gol balasan untuk Persija Jakarta yang lebih dulu mencetak gol lewat Marko Simic (76').

Para suporter dari kedua kesebelasan kemudian menyalakan flare tepat setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Suporter membakar cerawat dan mercon di tengah laga Bali United versus Persija Jakarta dalam laga pekan ke-33 di Liga Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (2/12/2018) malam.


Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Deretan Foto Pemain Bali United Pasca-dikalahkan Persija, Bersedih dan Kemarahan Suporter, http://bali.tribunnews.com/2018/12/02/deretan-foto-pemain-bali-united-pasca-dikalahkan-persija-bersedih-dan-kemarahan-suporter.
Penulis: Marianus Seran 
Editor: Rizki Laelani
Suporter membakar cerawat dan mercon di tengah laga Bali United versus Persija Jakarta dalam laga pekan ke-33 di Liga Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (2/12/2018) malam. Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Deretan Foto Pemain Bali United Pasca-dikalahkan Persija, Bersedih dan Kemarahan Suporter, http://bali.tribunnews.com/2018/12/02/deretan-foto-pemain-bali-united-pasca-dikalahkan-persija-bersedih-dan-kemarahan-suporter. Penulis: Marianus Seran Editor: Rizki Laelani (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Buntutnya, Komdis PSSI memutuskan untuk memberikan hukuman berupa denda sebesar Rp 150 juta kepada Arema FC.

Sedangkan Persija Jakarta dikenakana denda sebesar Rp 75 juta untuk alasan yang sama.

Stefano Cugura Ungkap Perbedaan Saat Bawa Persija Jakarta Juara Liga 1 Dibanding dengan Bali United

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Kamis (29/11/2019)

1. Madura United FC
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Madura United FC vs Bhayangkara FC
- Tanggal kejadian: 22 November 2019
- Jenis pelanggaran: Pelemparan botol ke dalam lapangan (pengulangan)
- Hukuman: Denda Rp. 45.000.000

2. Arema FC
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Arema FC vs Persija Jakarta
- Tanggal kejadian: 23 November 2019
- Jenis pelanggaran: Penyalaan flare (pengulangan)
- Hukuman: Denda Rp. 150.000.000

3. Persija Jakarta
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Arema FC vs Persija Jakarta
- Tanggal kejadian: 23 November 2019
- Jenis pelanggaran: Penyalaan flare (pengulangan)
- Hukuman: Denda Rp. 75.000.000

4. Panitia Pelaksana Pertandingan Bhayangkara FC
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Bhayangkara FC vs Arema FC
- Tanggal kejadian: 27 November 2019
- Jenis pelanggaran: Pagar pembatas roboh yang mengakibatkan 2 (dua) suporter arema terjatuh
- Hukuman: Denda Rp. 20.000.000

5. Persiraja Banda Aceh
- Nama kompetisi: Liga 2 2019
- Pertandingan: Sriwijaya FC vs Persiraja Banda Aceh
- Tanggal kejadian: 25 November 2019
- Jenis pelanggaran: 6 (enam) kartu kuning dalam satu pertandingan
- Hukuman: Denda Rp. 25.000.000

6. Persita Tangerang
- Nama kompetisi: Liga 2 2019
- Pertandingan: Persita Tangerang vs Persik Kediri
- Tanggal kejadian: 25 November 2019
- Jenis pelanggaran: Penyalaan flare
- Hukuman: Denda Rp. 25.000.000

7. Persik Kediri
- Nama kompetisi: Liga 2 2019
- Pertandingan: Persita Tangerang vs Persik Kediri
- Tanggal kejadian: 25 November 2019
- Jenis pelanggaran: Penyalaan flare dan smoke bomb
- Hukuman: Denda Rp. 50.000.000

Edson Tavares Kesal

Persija Jakarta menelan kekalahan telak dengan skor 0-3 dari Bhayangkara FC pada pekan ke-30 Liga 1 2019 di Stadion PTIK, Melawai, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares, mengatakan timnya kalah karena ada dua pemainnya, yakni Joan Tomas Campasol dan Rahmad Hidayat, yang tidak menjalankan taktik.

Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares menghadiri jumpa pers bersama Tony Sucipto di Stadion PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).
Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares menghadiri jumpa pers bersama Tony Sucipto di Stadion PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/WAHYU SEPTIANA)

Joan Tomas Campasol dan Rahmad Hidayat diberikan kepercayaan dari menit pertama untuk melawan Bhayangkara FC.

Menurut Edson Tavares, kedua pemain itu tidak melakukan permainan sesuai taktik yang ia inginkan di lapangan.

Walhasil, Persija Jakarta sudah kemasukan tiga gol pada babak pertama dalam kurun waktu 15 menit.

Edson Tavares pun langsung menarik Joan Tomas Campasol dan Rahmad Hidayat, lalu memasukkan Ramdani Lestaluhu serta Heri Susanto.

"Joan Tomas adalah pemain yang saya minta untuk melakukan sesuatu dan hari ini dia tidak melakukannya, maka saya menggantikannya," kata Edson Tavares.

"Saya pikir saya melakukan pergantian yang benar. Masalahnya adalah taktik. Joan Tomas dan Rahmad Hidayat melakukan kesalahan dalam taktik," ucap Edson Tavares menambahkan.

Pada babak kedua, Persija Jakarta terlihat lebih menekan dan Bhayangkara FC hanya mengandalkan serangan balik.

Sayangnya, Persija Jakarta harus bermain dengan 10 pemain setelah Ryuji Utomo diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-56.

Lini belakang Bhayangkara FC juga sangat kokoh untuk menghentikan pergerakan penyerang Persija Jakarta.

Selain itu, kiper Bhayangkara FC, Wahyu Tri Nugroho, bermain apik malam ini dengan menggagalkan beberapa peluang emas pemain Persija Jakarta.

"Bhayangkara FC tidak memainkan sepak bola. Mereka memberikan bola kepada Bruno Matos dan pemainnya untuk berlari ke depan (serangan balik)," kata Tavares.

"Ketika Joan Tomas dan Rahmad sudah masuk menyerang, lini tengah kami kosong, dan Bhayangkara FC bisa memaksimalkan itu," tutup Edson Tavares. (*)

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved