Apeksi 2019 Kota Tangerang

Festival Budaya Nusantara III Ramaikan Apeksi di Tangerang, Tampilkan Golok Pusaka Asal Banten

Tiga benda pusaka yang ada di Banten salah satunya golok Ciomas raksasa yang dibawa dengan menggunakan mobil dalam festival budaya.

Festival Budaya Nusantara III Ramaikan Apeksi di Tangerang, Tampilkan Golok Pusaka Asal Banten
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Festival Budaya Nusantara III dalam rangka meramaikan Apeksi 2019 Kota Tangerang, Kamis (5/12/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, kembali menggelar Festival Budaya Nusantara III menampilkan seluruh budaya nusantara yang ditampilkan oleh 25 peserta Apeksi yang datang ke Kota Tangerang.

Tidak hanya dari peserta Apeksi saja, dari negara luar seperti Malaysia, Singapura dan juga Belanda ikut serta dalam parade budaya dengan membawa budaya negara masing-masing.

Bahkan dalam festival budaya tahun ini, tiga benda pusaka yang ada di Banten salah satunya golok Ciomas raksasa yang dibawa dengan menggunakan mobil dalam festival budaya.

Terpantau, masyarakat Kota Tangerang juga memadati kawasan taman elektrik untuk melihat para peserta pawai budaya dengan masing-masing ciri khas.

Di akhir pawai budaya, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansah dan juga Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin mengajak masyarakat untuk menari Sa Jojo tarian asli Papua.

Menurut Arief, kegiatan festival budaya ini, Pemkot Tangerang mendapatkan kehormatan karena teman-teman Apeksi ikut berpartisipasi.

Mulai dari Wali Kota Bogor, Wali Kota Serang, Wali Kota Sukabumi dan Wali Kota lainnya yang hadir telah memeriahkan festival budaya yang tahun ini Kota Tangerang menjadi tuan rumahnya.

"Dari 25 Kota Korwil III Apeksi ini, semuanya tidak hanya menjadi penonton. Semua pejabat masing-masing daerah ikut memerihakan festival Budaya, seperti tadi Pak Wali Kota Bogor Bima Arya ikut rombongan serta Pak Wali Kota Serang Syarifudin juga membawa rombongannya," kata Arief, Kamis (5/12/2019).

Ia mengatakan, dengan adanya festival budaya ini, bisa mengajak masyarakat untuk cinta akan budaya yang ada di Indonesia.

Jangan sampai budaya yang ada ditinggalkan, karena dengan budaya salah satu pemersatu bangsa Indonesia sampai saat ini.

"Jadi tidak hanya dari budaya Kota Tangerang saja, budaya tiong hoa, budaya Jawa, budaya Sunda, budaya Betawi berkempul menjadi sebuah persatuan yang dinamanakn Indonesia. Dan di Kota Tangerang sendiri adalah miniatur Indonesia yang bercampur berbagai macam budaya," papar Arief.

Ia menjelaskan, kegiatan festival budaya ini rencananya tahun depan akan lebih besar lagi.

Soal Keterlambatan KRL, Pihak KCI Sebut Rata-rata Terlambat 10 Menit

5 Fakta Penangkapan Habib Jafar Shodiq Alattas di Cimanggis, Diduga Hina Wakil Presiden Maruf Amin

Jadi Top Skor SEA Games 2019, Osvaldo Haay Dapat Pujian Pelatih Timnas U-23 Indonesia

Sebagai kota layak dikunjungi, dia mencoba menarik wisatawan dengan berbagai macam budaya serta pariwista yang ada di Kota Tangerang.

Maka itu, festival budaya akan tetap ada sampai kapan pun.

"Kita sebagai kota layak kunjung, harus benar-benar memikirkan bagaimana caranya agar Kota Tangerang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Makanya Kota Tangerang saya selalu buat kegiatan yang melibatkan masyarakat dan juga mendatangkan wisatawan," tandasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved