Breaking News:

Jambret dan Maling Berkeliaran, Warga Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur Resah

Warga RT 05/RW 05 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung cemas dengan aksi kejahatan jalanan yang terjadi di permukiman mereka.

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rekaman CCTV saat pelaku jambret yang merampas handphone Dian Ratna Sari (29) saat melarikan diri di Cipayung Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Warga RT 05/RW 05 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur cemas dengan aksi kejahatan jalanan yang terjadi di permukiman mereka.

Satu warga RW 05, Linda (28) mengatakan dalam waktu dua pekan ini sudah terjadi empat kasus penjambretan dan dua kasus pencurian.

"Minggu lalu anak sekolah sama dosen laptop sama tasnya dijambret. Terus minggu ini jambret handphone, korbannya dua orang," kata Linda di Cipayung Jakarta Timur, Kamis (5/12/2019).

Ironisnya kasus penjambretan laptop dan satu kasus jambret handphone terjadi di lokasi yang sama, yakni Jalan SMPN 180.

Meski terjadi di lokasi yang sama, merujuk informasi yang disampaikan korban Linda menuturkan pelaku selalu berbeda.

"Kalau yang jambret laptop itu pelakunya orang dewasa, tapi jambret handphone pelakunya masih remaja. Jadi lokasi sama tapi pelaku beda-beda," ujarnya.

Dian Ratna Sari (29), satu warga RW 05 sekaligus korban penjambretan mengatakan modus yang digunakan pelaku selalu sama.

Yakni membuntuti korban yang sedang berjalan kaki seorang diri lalu merampas tas dan barang berharga saat korban lengah.

Modus tersebut digunakan dua remaja pelaku jambret yang merampas handphonenya pada Rabu (4/12/2019) sekira pukul 11.00 WIB.

"Kalau maling yang diambil sepeda, sudah ada dua warga kemalingan sepeda. Pelaku masuk rumah warga pas malam hari terus mengambil sepeda," tutur Dian.

Dalam kasus penjambretan yang menimpa Dian, pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Scoopy tersorot CCTV.

Namun pendeknya jangkauan CCTV rumah warga membuat aksi pelaku yang datang dari arah Jalan Bambu Hitam tak seluruhnya tersorot.

Kamera CCTV hanya menyorot pelaku saat pelaku melarikan diri usai beraksi saat dia merampas handphone Dian depan satu kuburan.

"Maunya pelaku cepat ditangkap polisi, karena korbannya sudah banyak, bukan cuman saya saja. Memang di sini lokasinya sepi, makannya pelaku bisa kabur," lanjut dia. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved