Bocah Tewas Tersengat Listrik
Keluarga Bocah Tewas Tersengat Listrik Menilai Ada Keteledoran di Balik Peristiwa Ini
Paman korban, Madrofik (64) meminta tanggung jawab PLN terkait peristiwa tewasnya GR
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Keluarga GR (7), bocah tewas tersengat listrik di dekat Rusun Penjaringan, Jakarta Utara, meminta pertanggungjawaban beberapa pihak terkait tewasnya korban.
Paman korban, Madrofik (64) meminta tanggung jawab PLN terkait peristiwa tewasnya GR.
Pasalnya, GR tewas tersengat listrik yang bersumber dari gardu PLN saat hendak mengambil bola di dekat lokasi.
"Kita minta bertanggung jawab pihak PLN. Jangan sampe terulang lagi," kata dia Kamis (5/12/2019).
Madrofik juga meminta tanggung jawab pengelola Rusun Penjaringan.
Madrofik menilai peristiwa tewasnya korban di bekas lokasi rusun terjadi tanpa ada pengawasan.
Madrofik pun menilai ada keteledoran beberapa pihak di balik peristiwa ini.
"Biasanya kan dibongkar, ditutup pakai seng. Kok ini bisa nyablak begitu, kan keteledoran dia orang," ucap Madrofik.
Madrofik sendiri mengaku selama ini tidak tahu ada aliran listrik di lokasi tewasnya GR.
"Soalnya namanya udah dibongkar kan, udah nggak tahu kalau ada aliran listrik di situ. Nggak tahu. Kosong begitu aja," katanya.
GR tewas setelah mengambil bola yang mengambang di genangan dekat tiang listrik di lokasi tersebut siang ini.
"Setelah kita lakukan olah TKP di tempat dia kena setrum, ternyata benar bahwa ini adalah lokasi kubangan bekas bongkaran rumah susun yang sudah rata dengan tanah," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim di lokasi.
• Dikabarkan Perpanjang Kontrak dengan Persija Jakarta, Marko Simic Malah Mandul di Dua Laga Terakhir
• Klasemen Medali SEA Games 2019: Indonesia Masuk 3 Besar Berkat Tambahan 10 Emas
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan ada kabel bekas dipotong yang terikat pada tiang listrik tersebut.
Saat kejadian, kata Mustakim sesuai keterangan saksi, posisi kabel sempat terendam genangan.
"Di tiang listrik ada kabel yang dipotong. Setelah dipotong sudah dilakban, kemudian pada saat kejadian itu menurut keterangan saksi air melebihi potongan kabel itu," jelas Mustakim.