Pemprov DKI Bakal Tempel Stiker Penunggak Pajak di Kendaraan yang Belum Lunasi Pajak

Pemprov DKI Jakarta bakal menempeli stiker penunggak pajak di kendaraan yang pajaknya belum dibayarkan oleh pemiliknya.

Pemprov DKI Bakal Tempel Stiker Penunggak Pajak di Kendaraan yang Belum Lunasi Pajak
TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
Deretan mobil mewah di kawasan Kebayoran Lama yang terjaring razia lantaran menunggak pajak, Selasa (3/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta bakal menempeli stiker penunggak pajak di kendaraan yang pajaknya belum dibayarkan oleh pemiliknya.

Kepala Badan Retribusi dan Pajak Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Safrudin mengatakan, hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pemilik kendaraan.

"Tidak hanya mobil mewah, seluruh mobil yang menunggak di DKI Jakarta akan kami tempeli stiker," ucapnya, Kamis (5/12/2019).

Ia menjelaskan, Pemprov DKI sampai saat ini masih memiliki potensi pendapatan hingga Rp 2 triliun dari pajak kendaraan bermotor (PKB).

Untuk itu, Faisal mengaku, pihaknya sedang mengintensifkan penagihan pajak pemilik kendaraan-kendaraan mewah yang masih menunggak.

"Jadi sekarang kami konsentrasi penagihan pajak, bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi dan KPK RI," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk segera membayar tunggakan pajak kendaraan mobil mereka.

Disdik DKI Bakal Cabut KJP Plus Jika Orangtua Siswa Miliki Mobil Pribadi

Lahirkan 3 Bayi Kembar, Ibu Ini Meninggal dengan Senyum

Permintaan Maaf Achmad Jufriyanto Terkait Insiden Gol Bunuh Diri Saat Persib Vs Persela

Masyarakat pun bisa memanfaatkan program penghapusan atau keringanan pajak yang tengah dijalankan Pemprov DKI hingga 30 Desember 2019 mendatang.

"Kami harap para penunggak pajak di Jakarta segera menggunakan kesempatan ini, karena tahun depan kemungkinan tidak akan kita lakukan lagi," kata Faisal.

"Tahun depan kita akan melakukan law enforcement. Jadi, ini kesempatan terakhir dan mohon dimanfaatkan," tambahnya menjelaskan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved