Apartemen Vittoria Residence Tunggak Pajak Rp 1,1 Miliar, BPRD DKI Jakarta Pasang Stiker di Pintu

Apartemen Vittoria Residence di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat diketahui menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 1,1 miliar.

Apartemen Vittoria Residence Tunggak Pajak Rp 1,1 Miliar, BPRD DKI Jakarta Pasang Stiker di Pintu
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Petugas BPRD saat menyampaikan tunggakan pajak kepada manajemen Apartemen Vittoria Residence, Jumat (6/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Apartemen Vittoria Residence di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat diketahui menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 1,1 miliar.

Hal tersebut terungkap saat Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta bersama Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar razia door to door.

Saat lakukan penagihan, petugas ditemui oleh manajemen Vittoria Residence. 

Stiker tunggakan pajak terlihat tertempel di bagian depan lobby apartemen tertanggal 16 Oktober 2019.

"Untuk total tunggakan PBB di apartemen ini yakni Rp 1,1 Miliar untuk satu tahun yang belum terbayar," kata Wakil Kepala BPRD DKI Jakarta, Yuandi Bayak Miko di Apartemen Vittoria Residence, Jumat (6/12/2019).

Dalam kesempatan itu, Yuandi mengigatkan manajemen apartemen untuk segera melunasi tunggakan pajaknya.

Sebab, bila tak diindahkan, bukan tak mungkin apartemen tersebut akan disita dan dilelang.

"Proses penagihan surat paksa dilakukan dengan penempelan stiker, berikutnya surat paksa, hingga sita lelang," kata Yuandi yang menyebut Apartemen Vittoria Residence telah menunggak PBB sejak 16 September 2019.

Sementara itu, manajemen Vittoria Residence, Febby Himawan mengatakan alasan pihaknya tunggak PBB.

Dikatakannya, yakni karena adanya perbedaan luas tanah antara perhitungan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta dengan tim internal mereka.

"Dalam perhitungan Cipta Karya luasnya itu 80 ribu, tapi berdasarkan hitungan hasil tim teknis kita enggak segitu, tapi hanya 73 ribu, makanya kan ada perbedaan dan itu sedang kami urus. Intinya bukan karena kami tak mau membayar pajak," ujarnya. (*)

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved