Orangtua Korban Bullying di Bekasi Sebut Anaknya Sempat Alami Luka Pada Bibir dan Kepala

Azmi mengatakan, anaknya mengalami bullying sebanyak dua kali, kejadian pertama terjadi pada tiga minggu awal masuk sekolah.

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Azmi orangtua yang anaknya diduga jadi korban bullying saat dijumpai di KPAD Kota Bekasi, Jumat, (6/12/2019). 

Di Al-Azhar kata Azmi menerapkan sistem poin, dimana setiap siswa jika kedapatan melakukan kelakuan tidak baik akan dikenakan poin.

Poin ini kata dia semacam catatan, jika sudah mencapai 1.000 poin, hukuman paling berat bisa dikeluarkan atau naik bersyarat. Hal ini justru yang diterima P.

"Saya pikir dengan diselesaikan itu akan ada tindakan poin ke pelaku (bullying), karena di sekolah ada sistem poin, tetapi ini malah didiamkan," ungkap Azmi.

Pihak sekolah justru melaporkan catatan poin yang sudah dilakukan P diangka lebih dari 1000. Hal ini membuat dia geram, anaknya yang tidak melakukan pengeroyokan justru dikenakan poin.

Dirazia BPRD dan Tim KPK, Kantor di Cengkareng Tunggak PBB Hingga Kendaraan Mewah Ratusan Juta

Truk Terguling di Serpong Belum Sepenuhnya Dievakuasi, Kontainer Masih Tertinggal di Jalan

Marko Simic Dapat Motivasi dari Gelandang Bali United Usai Persija Jakarta Kalah dari Bhayangkara FC

"Anak saya dianggap poinnya besar karena telat karena atau apa tapi kalau yang pelaku kriminalnya, pengeroyokan itu tidak dikenakan poin secara adil ya saya menolak," tegas dia.

Akibat kejadian itu, Azmi memilih mencabut berkas putra dan memilih pindah sekolah. Tetapi, dia tetap merasa keberatan jika pekaku pengeroyokan tidak dikenakan sanksi atas perbuatan dugaan bullying.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved