Pengedar Ganja di Depok Berhasil Diringkus, Mengaku Dapat Upah Rp 150 Ribu Sekali Antar

Satuan Narkoba Polres Metro Depok menangkap pengedar narkotika jenis ganja 19 kilogram.

Pengedar Ganja di Depok Berhasil Diringkus, Mengaku Dapat Upah Rp 150 Ribu Sekali Antar
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kapolres Metro Depok AKBP Azis Andriansyah (tengah) menunjukan barang bukti paket narkotika jenis ganja yang diamankan dari tangan pelaku. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Polres Metro Depok menangkap pengedar narkotika jenis ganja.

Tak banyak bicara, tersangka bernama Maulana dan Aji alias Ajay (21) hanya terus menunduk seakan menyesali perbuatannya.

Sebelumnya diberitakan, keduanya merupakan pengedar narkotika jenis ganja di Kota Depok yang berhasil diamankan petugas Satuan Narkoba Polres Metro Depok.

Kapolres Metro Depok AKBP Azis Andriansyah menjelaskan, dari tangan para pelaku total pihaknya mengamankan barang bukti belasan paket ganja, dengan berat total kurang lebih 19 kilogram.

Jadwal Live Streaming eSports Mobile Legends Sea Games 2019, Indonesia Hadapi Malaysia, Petang Ini

Berdasarkan pengakuan pelaku Maulana, dirinya mendapat upah sebesar Rp 150 ribu dalam sekali antar.

"Pelaku ini (Maulana) mengaku dirinya sudah dua bulan bekerja sebagai kurir dan pengedar, sekali antar ia mendapat upah Rp 150 ribu," ujar Azis dalam ungkap kasus tersebut di Loby Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (6/12/2019).

Tak berbeda dengan pelaku Maulana, pelaku Ajay juga mendapatkan upah dengan nominal yang sama.

"Pelaku yang ini (Ajay) juga mendapat Rp 150 ribu sekali antar, dia mengaku dapat upah segitu dalam satu kali antar paket yang seberat satu kilogram," kata Azis.

Timnas U-23 Indonesia ke Semifinal Sea Games 2019, Indra Sjafri: Kita Lolos dari Grup Surga

Terakhir, Azis menuturkan akibat perbuatannya para pelaku terancam dijerat Pasal 112 atau 114 Undang-Undang Narkotika, dengan ancaman kurungan penjara minimal lima tahun.

"Pasal yang kami gunakan Pasal 114 atau 112 Undang-Undang Narkotika, ancaman kurungan penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun lamanya," pungkasnya. (*)

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved