Polda Metro Jaya Koordinasi dengan Bea Cukai Usut Kasus Penyelundupan Harley-Brompton

Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait kasus penyeludupan komponen Harley Davidson dan Brompton.

KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menunjukkan kepada awak media onderdil atau suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis (5/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait kasus penyeludupan komponen Harley Davidson dan Brompton.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi kasus yang menjerat Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara.

"Kasusnya masih di Unit Penindakan Bea Cukai Bandara Soetta, masih ditangani teman-teman dari Bea Cukai. Rencananya kami akan koordinasi," kata Yusri di RS Polri Kramat Jati, Jumat (6/12/2019).

Namun hingga kini, Polda Metro Jaya belum menerima laporan atas kasus yang disebut Menteri Keuangan Sri Mulyani merugikan negara Rp 1,5 miliar.

Yusri menuturkan barang bukti komponen Harley-Brompton yang membuat Ari dicopot dari jabatannya masih berada di Bea Cukai.

"Belum ada (laporan). Kita akan lakukan koordinasi dengan Bea Cukai setempat," ujarnya.

Marko Simic Dapat Motivasi dari Gelandang Bali United Usai Persija Jakarta Kalah dari Bhayangkara FC

BERLANGSUNG Live Streaming Semifinal Mobile Legends Sea Games 2019, Indonesia Hadapi Malaysia

Perihal adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan Ari, Yusri belum bisa memastikan karena pengiriman barang memiliki aturan khusus.

Dia meminta wartawan menanyakan apakah penyeludupan komponen Harley-Brompton yang dikirim lewat pesawat Garuda Indonesia termasuk tindak pidana.

"Nanti tergantung aturan dari sana (Bea dan Cukai). Tanyakan ke mereka, ke Bea Cukai. Karena memang domainnya Bea Cukai," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved