Putus Sekolah, Pemuda di Babelan Kabupaten Bekasi Nekat Curi Sepeda Motor

Aksi nekat pemuda putus sekolah ini gagal usai ketahuan korban ketika hendak membawa kabur motor curian di Babelan Kabupaten Bekasi.

Putus Sekolah, Pemuda di Babelan Kabupaten Bekasi Nekat Curi Sepeda Motor
dokumen Humas Polsek
Pelaku curanmor saat di Mapolsek Babelan Polres Metro Bekasi, Jumat, (6/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN - Nasib sial dialami dua pelaku pencuri sepeda motor bernama Fai (19) dan Andes (18).

Aksi nekat pemuda putus sekolah ini gagal usai ketahuan korban ketika hendak membawa kabur motor curian.

Kanit Reskrim Polsek Babelan Polres Metro Bekasi, Iptu Anwar Firdaus, mengatakan, aksi pencurian terjadi di Kavling Bumi Harapan Makmur RT11/014, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

"Kejadian sekitar pukul 13.30 WIB, tanggal 27 November 2019, pelaku berjumlah dua orang, dua-duanya berhasil ditangkap," kata Anwar saat menggelar konferensi pers, Jumat, (6/12/2019).

Korban bernama Haryadi, ketika itu sedang bertamu di rumah orangtuanya dan memarkirkan kendaraan di halaman rumah tanpa dikunci stang.

Kedua pelaku datang menggunakan sepeda motor dan langsung mengincar sepeda motor milik korban merek Honda Beat nomor polisi B-4168-KGF.

"Modusnya hampir sama seperti maling pada umumnya, tapi ketika itu motor korban tidak dikunci stang, jadi tinggal didorong saja sama pelaku," jelas Anwar.

Namun ketika hendak membawa kabur, pelaku kesulitan menyalahkan sepeda motor curiannya. Alhasil, keduanya memilih untuk mendorong dengan cara distep.

"Ketika sedang didorong itu korban memergoki dan langsung meneriaki maling hingga mengundang warga sekitar," ujarnya.

Seketika warga langsung meringkus kedua pelaku hingga sempat diamuk dan mengalami luka. Satu orang pelaku bernama Fai terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah tulang saat berusaha kabur dan terjatuh dari motor.

"Kedua pelaku putus sekolah, mereka memang spesialis curanmor dan biasa dijual ke seorang penadah, kasusnya masih kita dalami untuk melacak keberadaan penadah," tegas dia.

Kedua pelaku dikenakan pasal 363 KUH Pidana dan diancam dengan hukuman kurungan paling lama lima tahun penjara.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved