Breaking News:

RU Berniat Edarkan Sabu Kiriman Ibunya Pada Narapidana di Dalam Rutan Depok

Charger handphone tersebut, dikirim NR untuk anaknya berinisial RU yang merupakan warga binaan Rutan Depok

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
NR dan RU, ibu dan anak kandung yang ditahan di Mapolres Metro Depok lantaran terjerat kasus penyelundupan narkoba jenis sabu di Rutan Kelas II B Cilodong, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Depok bekerjasama dengan jajaran Polres Metro Depok berhasil mengungkap kasus penyelundupan sabu untuk tahanan di dalam Rutan.

Kali ini, modus yang digunakan pelaku yang seorang wanita paruh baya berinisial NR (54) adalah dengan menyembunyikan sabu tersebut di dalam charger handphone.

Charger handphone tersebut, dikirim NR untuk anaknya berinisial RU yang merupakan warga binaan Rutan Depok atas kasus pencurian kendaraan bermotor.

Kapolres Metro Depok AKBP Azis Andriansyah menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan RU berencana mengedarkan barang haram tersebut kepada sesama narapidana di dalam Rutan.

"Jadi barangnya diperdagangkan ulang barang-barang tersebut, sebagai artinya hasilnya tersebut sebagai biaya hidup di dalam Rutan menurut keterangan tersangka (RU)," kata Azis di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (6/12/2019).

Diwartakan sebelumnya, RU memesan barang haram tersebut melalui adiknya yang kini tengah buron, barulah kemudian didistribusikan oleh NR ibundanya.

Pengakuan RU, sudah dua kali NR mengirimkan sabu untuk dirinya dengan modus yang sama.

"Dia mengaku sudah dua kali memesan dan didistribusikan oleh ibu kandungnya ini," tambah Azis.

6 Fakta Penipuan Berkedok Arisan Online di Makassar: Bermula dari WAG, Kerugian Mencapai Rp 6 M

Kebut Pendapatan Daerah, BPRD Sebut Jakarta Pusat Wilayah Paling Tinggi Nilai Tunggakannya

Penampilan Terus Meningkat, Indra Sjafri Harapkan Peak Performance Timnas U-23 di Final SEA Games

Terakhir, Azis berujar dalam sekali antar NR menerima upah sebesar Rp 200 ribu.

"Itu yang pertama kali dia (ibunya) mendapatkan upah Rp 200 ribu, yang ke-dua belum sempat mendapatkan hasilnya atau belum mendapatkan upah, sudah tertangkap oleh petugas," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved