FKPPI Tekankan Pentingnya Menyaring Informasi di Media Sosial untuk Mencegah Hoaks

Jika tidak dimanfaatkan dengan bijak, kemudahan mengakses informasi justru bisa merusak sendi-sendi sosial yang selama ini sudah terjalin baik

FKPPI Tekankan Pentingnya Menyaring Informasi di Media Sosial untuk Mencegah Hoaks
Istimewa/Dok FKPPI
100 orang dari unsur seluruh cabang Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) DKI Jakarta mendapatkan pelatihan cyber analysis 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - 100 orang dari unsur seluruh cabang Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) DKI Jakarta mendapatkan pelatihan cyber analysis untuk menyaring informasi yang berkembang terutama di media sosial.

Diketahui berita hoaks berkembang sangat mengkawatirkan.

Kemenkominfo mencatat hampir 1.600 Iebih hoaks beredar tahun lalu. Sedang data Masyarakat Anti Fitnah Indonesia(Mafindo), dari JuIi-Agustus 2019 mencatat 300 lebih hoaks beredar di berbagai platform.

Setidaknya lebih dari lima hoaks beredar setiap hari dengan distribusi hoaks yang terstruktur, sistematis dan masif.

Jika tidak dimanfaatkan dengan bijak, kemudahan mengakses informasi justru bisa merusak sendi-sendi sosial yang selama ini sudah terjalin baik.

Untuk itu, penyaringan informasi yang diterima sangat perlu dilakukan.

Gelar Pendidikan & Latihan Kader, FKPPI Tegaskan Tolak Radikalisme

Jangan mudah memposting atau mengomentari informasi di media sosial yang belum diketahui kebenarannya.

Ketua Pengurus Daerah 9 Keluarga Besar FKPPI DKI Jakarta, Arif Bawono menjelaskan pihaknya ingin menjadi motor penyaringan informasi mencegah berita hoaks berkembang.

"Bagaimana mengecek informasi dan kebenaran sebuah berita saat ini menjadi penting," kata Arif kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Pihaknya juga mendorong peran serta pemerintah untuk lebih masif melakukan pelatihan serupa yang digelar FKPPI DKI.

"Milenial yang harus jadi sasaran utama. Dengan beragam upaya individu atau kelompok melawan hoaks, publik diharapkan jangan mudah terprovokasi," kata Arief.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved