Ritual Kuda Lumping Makan Korban Ibu PKK, Pelaku Sekarat Diamuk Massa

Gara-gara ritual kuda lumping, Lisnawati meregang nyawa karena kehilangan banyak darah. Kondisi pelaku sekarat setelah diamuk massa.

Dok polisi
ILUSTRASI: Penonton kuda lumping mendadak heboh ketika pawang kuda lumping, Eko (49) meninggal saat atraksi di Talang Jawa, Baturaja Barat, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Minggu (18/8/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN - Gara-gara ritual kuda lumping, Lisnawati meregang nyawa karena kehilangan banyak darah.

Warga Jalan Pematang Siombak, Lingkungan VII, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, itu meninggal pada Kamis (5/12/2019) malam.

Malam itu Warsidi bersama teman-temannya melakukan ritual kudang lumping di teras rumah.

Tetangga merasa terganggu dengan ritual kudang lumping, sehingga menegur Warsidi selaku pemilik rumah.

Warsidi tak menggubris dan melanjutkan ritual kuda lumping bersama teman-temannya.

Tiba-tiba batu entah siapa yang melempar jatuh di atap rumah Warsidi.

Anggota TNI Duel dengan Pencuri Kotak Amal yang Bunuh Marbot Musala di Purworejo

Warsidi tersulut emosi dan mendatangi kerumunan warga sampai terlibat adu mulut.

Suasana semakin panas, Warsidi bersama Bagus Sanjaya, adiknya, berkelahi dengan beberapa pemuda setempat.

Di tengah perkelahian Warsidi dan Bagus melawan pemuda setempat, Lisnawati datang mendekat untuk melerai.

Sialnya, wanita 45 tahun yang diketahui aktif di PKK dan Karang Taruna ini mendapat tikaman senjata tajam Warsidi.

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved