Ayah Ancam 2 Anak Balitanya Pakai Pisau

Ayah Penodong Dua Balita Perempuannya Sempat Alami Keterpurukan Ekonomi

Menurut Suharto, istri TS sempat membuka beberapa jenis usaha, seperti berjualan buah hingga gado-gado.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
TS (40), bapak yang tega menodong dua balitanya menggunakan pisau di Semper Timur, Cilincing, sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (9/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - TS (40), ayah yang menodong dua balita perempuannya, PA (4) dan BI (3), memakai pisau, sempat mengalami keterpurukan ekonomi.

Kanit Reskrim Polsek Cilincing AKP Suharto mengatakan, TS saat ini adalah seorang pengangguran.

Namun, sebelumnya, TS bersama istrinya pernah membuka showroom jual beli kendaraan.

"Jadi gini, mereka ini yang jelas ekonominya dulu bagus. Mereka pernah punya usaha showroom juga, tapi jatuh," kata Suharto di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (9/12/2019).

Setelah usaha besarnya itu bangkrut, TS kemudian menjadi putus asa.

Dirinya pun enggan bekerja kembali sehingga istrinya terpaksa menjadi penopang ekonomi keluarga.

Menurut Suharto, istri TS sempat membuka beberapa jenis usaha, seperti berjualan buah hingga gado-gado.

Namun, pendapatan dari dagangan itu belum mencukupi biaya hidup TS, sang istri, dan kedua balitanya.

Alhasil, istri TS akhirnya merantau ke China demi menjadi TKI.

"Nggak nutup juga. Bulan tujuh kemarin, pas ada kesempatan akhirnya berangkat jadi TKI," kata Suharto.

Adapun penghasilan istri TS dari Negeri Tirai Bambu mencapai sekitar Rp 5 juta per bulannya.

Rp 3 juta di antaranya dikirimkan ke TS untuk biaya hidup.

Aksi TS yang menodong kedua anaknya diketahui warga di sekitar kediamannya di Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (8/12/2019) dini hari, setelah kedua anaknya berteriak.

TS pun diamankan ke Mapolsek Cilincing untuk dimintai keterangan dan mengaku mendapatkan bisikan untuk melakukan hal tersebut.

PKL Senen Direlokasi ke Pasar Baru, Pihak Kecamatan Janji Lebih Sering Mempromosikan

Camat Benarkan Keluhan Warganet Jadi Alasan PKL di Trotoar Sekitar Pasar Senen Direlokasi

600 Lebih WNA Ilegal Dideportasi dari Tangerang, Paling Banyak Asal Nigeria

"Dia sempat ada mengatakan ada roh-roh jahat lah yang merasuki anaknya yang di dalam tubuh anaknya dan sebagainya," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto.

Atas perbuatannya, TS disangka melanggar Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 dan Undang-Undang No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved