Kasus Ujaran Ikan Asin di Medsos

Jalani Sidang Perdana, Tiga Terdakwa Kasus Ikan Asin Dikawal Ketat Anggota Ormas

Tiga terdakwa kasus ikan asin, yakni Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua, mendapat pengawalan ketat dari sejumlah anggota ormas.

Jalani Sidang Perdana, Tiga Terdakwa Kasus Ikan Asin Dikawal Ketat Anggota Ormas
TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
Terdakwa kasus pencemaran nama baik, Pablo Benua, mendapat pengawalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Tiga terdakwa kasus ikan asin, yakni Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua, mendapat pengawalan ketat dari sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas).

Pengawalan ketat itu dilakukan puluhan anggota ormas saat ketiganya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

"Kami dari Front Pemuda Muslim Maluku, kita ada sekitar 30 orang," kata seorang anggota ormas.

Menurutnya, pengawalan yang dilakukan adalah permintaan dari kuasa hukum Pablo Benua, Insank Nasruddin.

Pengawalan terhadap ketiganya terus berlanjut hingga ke Ruang Sidang Utama.

Pada persidangan hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan membacakan dakwaannya terhadap ketiga terdakwa.

Kasus pencemaran nama baik dengan vlog ikan asin ini telah bergulir sejak Juni 2019.

Saat itu, Fairuz A Rafiq melaporkan pasangan Rey Utami dan Pablo Benua, serta mantan suaminya, Galih Ginanjar ke polisi.

Hal itu terjadi setelah Galih mengumpamakan Fairuz dengan ikan asin dalam sebuah video yang diunggah dalam akun Youtube Rey Utami dan Pablo Benua.

Galih dinilai menghina Fairuz dalam video tersebut, yang salah satunya terkait bau ikan asin.

Ayah Penodong 2 Anak Balitanya di Cilincing Ditinggal Sang Istri Jadi TKI di China

Gubernur DKI Anies Baswedan Apresiasi Presiden Jokowi: Beliau Paham Kondisi Transportasi Jakarta

Ketiganya lalu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.

Mereka dijerat Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan pasal 310, pasal 311 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari enam tahun penjara.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved