Viral Tanah Longsor di Pondok Aren Empat Tahun Hanya Difoto, Pegawai DPU Datang Lagi dan Ambil Foto

Setalah viral di media sosial, pegawai Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tangarang Selatan (Tangsel) mendatangi lokasi longsor di Pondok Aren.

Viral Tanah Longsor di Pondok Aren Empat Tahun Hanya Difoto, Pegawai DPU Datang Lagi dan Ambil Foto
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Maryono (55) korban longsor di bilangan Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangsel, saat mengutarakan aspirasinya ke pegawai Dinas PU Tangsel yang meninjau lokasi, Senin (9/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Setalah viral di media sosial dan pemberitaan sejumlah media, pegawai Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tangarang Selatan (Tangsel) mendatangi lokasi longsor di bilangan Jalan Swadaya RT 01 RW 07, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, pada Senin (9/12/2019).

Tanah longsor terjadi pada tahun 2015, namun sudah empat tahun berselang tidak pernah ada penanganan dari Pamkot Tangsel.

Menjelang musim hujan, Maryono (55), pemilik rumah di atas loaksi longsor itu sampai membuat spanduk aduan kepada Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, agar bekas longsor itu bisa diperbaiki dan mencegah terjadi longsor untuk ke dua kalinya.

Pria di Cilincing yang Ancam Dua Anak Balitanya Mengaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Selamatkan Kakaknya

"Mohon Bantuannya Ibu Wali Kota Tangsel. Longsor di Kelurahan Pondok Kacang Timur, 4 tahun cuma dipoto-poto doang," tertulis di spanduk tersebut.

Saat TribunJakarta.com berada di lokasi, dua orang pegawai DPU Tangsel datang.

Wahyu, salah satu pegawai DPU dari Bidang Drainase, mengatakan, pihaknya datang ke lokasi juga untuk memfoto kondisi longsor.

Ia diminta untuk melaporkan kondisi terkini dari lokasi.

"Kita laporin di PU, mudah-mudahan ada solisi nih Pak nih," ujar Wahyu kepada Maryono.

Wahyu dan seorang pegawai lainnya terlihat menggunakan ponsel pintarnya untuk memotret bekas runtuhan puing turap dan tembok beton yang hancur bersama longsoran tanah.

Selain memberikan pantauan di lokasi, Wahyu juga mengatakan dirinya datang untuk mengetahui aset tanah yang mengalami longsor tersebut.

"Ketika saya ke lapangan, tolong Pak Wahyu ini asetnya dilihat. Tanahnya milik siapa, jalannya jalan apa. Berarti ini tanahnya Pak Maryono yang longsor menimpa perumahan Villa Bintaro Regency yang sudah diserahterimakan ke Pemda," ujarnya.

Setelah empat tahun, DPU masih harus mengutus pegawai untuk mengetahui kondisi dan kepemilikan aset loaksi longsor.

Maryono menyampaikan lagi aduannya sevara langsung kepada pugak DPU yang datang itu.

"Saya mengajukan proposal itu enggak direspons sama sekali. Lama, dari tahun 2015 sampai 2019 ini," ujar Maryono kepada pihak DPU.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved