BPOM Periksa 10 Saksi Terkait Gudang Penyimpanan Barang Ilegal

Kepala BPOM RI Penny K Lukito mengatakan, hingga kini sudah ada 10 orang yang telah diperiksa dan berstatus sebagai saksi.

BPOM Periksa 10 Saksi Terkait Gudang Penyimpanan Barang Ilegal
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers BPOM RI di sebuah gudang di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM RI telah memeriksa sejumlah orang terkait terungkapnya empat gudang penyimpanan obat, kosmetik, dan makanan ilegal di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.

Kepala BPOM RI Penny K Lukito mengatakan, hingga kini sudah ada 10 orang yang telah diperiksa dan berstatus sebagai saksi.

"Sudah 10 orang yang diperiksa sebagai saksi. Nanti ditentukan apakah ada yang dijadikan tersangka," kata Penny saat konferensi salah satu gudang di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/12/2019).

Penny mengatakan, dugaan pelanggaran dalam kasus ini adalah adanya peredaran kosmetik, obat tradisional, dan makanan olahan tanpa izin edar dari BPOM RI.

Gudang milik PT Boxme Fulfillment Centre di Tanjung Priok dijadikan tempat penyimpanan barang-barang ilegal tersebut.

Selanjutnya, barang-barang itu akan dipasarkan melalui toko online.

Sesuai perjanjian kerja sama, PT Boxme menerima pesanan barang dari PT 2WTRADE, PT Globalindo Kosmetika Internasional, dan PT Digital Commerce Indonesia.

"Dalam perjanjian tersebut, PT Boxme menerima dan membungkus barang sesuai pesanan. Selanjutnya barang dikirim kepada pembeli melalui jasa pengiriman atau kurir," kata Penny.

Penny mengatakan, pihaknya akan terus memproses kasus ini dan mengembangkannya.

Halaman
123
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved