Breaking News:

Natal dan Tahun Baru 2020

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pengawasan Kesehatan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Diperketat

KKP Kelas I Bandara Soekarno-Hatta mempertebal pengawasan dan pelayanan kesehatan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Pemeriksaan kesehatan dan pendeteksian virus HIV/AIDS oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta mempertebal pengawasan dan pelayanan kesehatan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

Pengetatan pengawasan kesehatan tersebut menyambut Natal dan Tahun Baru 2020 di mana pertumbuhan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta diprediksi akan meningkat dari hari biasa.

Kepala KKP Kelas I Bandara Soekarno-Hatta Anas Ma’ruf mengatakan kalau pihaknya akan menggandeng, rumah sakit, klinik dan semua stakeholder di area Bandara Soekarno-Hatta soal pengetatan pengawasan kesehatan.

"Khusus bidang kesehatan, KKP Bandara Soetta sudah melaporkan rapat koordinasi, yang diundang adalah rumah sakit, klinik sekitar Bandara Soetta dan stakeholder. Kita akan siap melakukan layanan kesehatan," kata Anas di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/12/2019).

Nantinya, KKP akan menyebarkan beberapa pos di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soekarno-Hatta yang tiap posnya akan diisi minimal dua petugas.

Pelayanan kesehatan oleh KKP Bandara Soekarno-Hatta tersebut, kata Anas, akan mulai beroperasi dari 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020.

"Ada 14 pos yang akan kita siapkan dalam rangka untuk pelayanan publik dalam rangka arus mudik, balik, Natal dan Tahun Baru 2020," sambung Anas.

Ia pun akan menerjunkan sekira 100 personel untuk menjaga pos kesehatan pada Natal dan Tahun Baru 2020.

Borneo FC Vs Persib Bandung: Duka Sang Kapten Maung Bandung Hingga Link Live Streaming

Ngaku Dibayar Rp 200 Juta Sekali Manggung, Saldo ATM Meldi Bikin Geleng-geleng: Itu Cuma Buat Jajan

Di mana, akan memasukan unsur dokter dan staf ahli yang akan menangani beberapa penyakit tertentu.

"Totalnya itu hampir 100 orang, kami bertugas 24 jam di masing-masing titik, diupayakan minimal dua orang setiap titik. Ada yang empat dan lima tergantung tingkat keramaian pos masing," pungkas Anas.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved