Kasus Harley Davidson Dirut Garuda Jadi Kesempatan Selesaikan Dugaan Penyelundupan Mobil Mewah

Terungkapnya dugaan penyelundupan Harley Davidson oleh Dirut Garuda Indonesia menjadi kesempatan menuntaskan kasus dugaan penyelundupan mobil mewah

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Deretan mobil mewah milik Apasen dari hasil transaksi narkoba yang kini disita di halaman parkir Dirtippid Narkoba, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (4/2/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terungkapnya dugaan penyelundupan Harley Davidson oleh Dirut Garuda Indonesia bisa menjadi kesempatan menuntaskan kasus dugaan penyelundupan mobil mewah.

Oleh karenanya, polisi diharapkan menuntaskan kasus dugaan penyelundupan mobil mewah dengan bermodus izin pameran agar terhindar dari bea masuk yang mencapai 200 persen.

Pakar hukum pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad mengatakan, momentum Dirut Garuda diharap bisa jadi titik balik untuk membongkar teka teki berbagai modus operandi impor barang mewah yang merugikan negara.

"Memang semua tergantung kemauan aparat penegak hukum, kalau ada kasus impor atau selundupan barang mewah yang belum jelas penyelesaiannya maka harus dijelaskan ke publik, tidak boleh ada kasus mandek, ini harus ada kepastian hukum," ujarnya.

Dikatakan Suparji, kalau memang ada unsur tindak pidana, maka harus dijelaskan sampai mana penyelidikan dan penyidikannya.

Ia mengatakan, banyak pihak juga bisa membantu Polri membongkar kasus ini, seperti Bea Cukai, Kejaksaan, dan termasuk KPK. Sebab, impor atau penyelundupan termasuk kerugian negara.

"KPK harus turun, Kejaksaan turun, sehingga mengungkap siapapun yang terlibat di lingkaran penyulundupan ini," tuturnya.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi meminta polisi menuntaskan kasus tersebut.

"Penegak hukum lagi tumpul banget saat ini. Ini tanda-tanda aparat hukum kita lagi main mata dengan penyulundupan mobil jika penyuludupan mobil mewah dan mobil Ferrari tidak dituntaskan," kata Uchok kepada wartawan, Senin (09/12/2019).

Dikatakannya, dugaan penyelundupan dengan izin pameran, bukan hanya merugikan pendapatan negara.

Halaman
1234
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved