Pengemudi Melaju di Bahu Jalan Dominasi Pelanggaran Operasi Tol Dalam Kota

Dalam operasi hari kedua ini, Kepala Induk I Sat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKP Bambang Krisnadi mengatakan tercatat 93 pengendara ditindak

Pengemudi Melaju di Bahu Jalan Dominasi Pelanggaran Operasi Tol Dalam Kota
Tribunnews/Jeprima
Sejumlah pengendara saat melintas di jalan Tol Dalam Kota, Jakarta Selatan, Jumat (23/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Menjelang hari raya Natal dan tahun baru (Nataru), Satuan Polisi Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar operasi di ruas Tol Dalam Kota.

Selain menciptakan budaya tertib berlalu lintas, operasi yang digelar sejak tanggal 9-13 Desember bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas di Tol Dalam Kota.

Dalam operasi hari kedua ini, Kepala Induk I Sat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKP Bambang Krisnadi mengatakan tercatat 93 pengendara ditindak.

"Hari kedua ini kami menilang sebanyal 93 pelanggar di mana ada 69 pelanggar yang SIM-nya kami tahan dan 24 pelanggar yang STNK-nya kami tahan," kata Bambang saat dikonfirmasi, Selasa (10/12/2019).

Dari total penindakan, 84 pengemudi di antaranya ditindak karena melaju di bahu jalan, 2 pengemudi kendaraan ditindak karena over dimensi.

Sementara 7 pengemudi ditilang karena menaikkan atau menurunkan penumpang dengan mayoritas pelanggar pengemudi mobil pribadi.

Merujuk hasil penindakan, Bambang menuturkan kebanyakan pengendara yang melaju di bahu jalan berdalih karena terburu-buru.

"Kata mereka kecepatan saat melaju di bahu jalan lebih cepat dibandingkan kalau melintas di jalur utama. Padahal itu tak diperbolehkan, karena bahu jalan hanya bisa digunakan saat kondisi darurat saja," ujarnya.

Pekan Depan, JPO Pasar Minggu Akan Diresmikan

Kronologi Toko Kue di Depok Tolak Permintaan Tulisan Happy Birthday Pelanggan

Sejumlah titik yang banyak ditemukan pelanggaran yakni Halte Polda Metro Jaya, depan RS Dharmais dan depan Hotel Ibis Slipi.

Bambang menyebut para sopir bus kerap menaikkan atau menurunkan penumpang sehingga membahayakan pengendara lain.

"Untuk sopir bus atau angkutam umum diimbau agar menaikkan dan menurunkan penumpang pada tempatnya, seperti halte yang sudah disiapkan," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved