Persija Jakarta

Tak Hanya Persija Jakarta, Klub Liga 1 2019 Juga Mendapat Sanksi Berat dari Komdis PSSI

Termasuk Persija Jakarta, sejumlah klub Liga 1 2019 mendapat sanksi usai Komite Disiplin atau Komdis PSSI menggelar sidang

Tak Hanya Persija Jakarta, Klub Liga 1 2019 Juga Mendapat Sanksi Berat dari Komdis PSSI
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Pemain Persija Jakarta, Marko Simic merayakan gol ke gawang Arema FC dalam laga pekan ke-12 Liga 1 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (3/8/2019). Laga bigmatch Persija vs Arema FC berakhir dengan skor 2-2. 

Hal ini bahkan membuat jalannya laga pekan ke-31 Liga 1 2019 itu terhenti selama 30 menit.

Petugas keamanan sempat kuwalahan untuk mengatur suporter yang masuk ke dalam tribun.

Jumlah suporter yang masuk tidak sebanding dengan daya tampung stadion sehingga suasana di tribun penuh sesak.

Sejumlah suporter Persija Jakarta berjatuhan pingsan karena padanya jumlah penonton.

Hal ini membuat sebagian penonton memilih turun dari tribun penonton.

Melihat hal tersebut striker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas mendatangi tribun yang dihuni para The Jakmania.

Bambang Pamungkas mengatakan kepada The Jakmania, hanya ada dua opsi supaya pertandingan dapat dilanjutkan.

 "Tolong diam ya, saya mau ngomong.

Temen-temen sekalian, malam ini hanya ada dua opsi.

Pertama, temen-temen di keluarkan dari stadion dan itu rasanya bukan pilihan kita.

Atau kedua, temen-temen bisa tertib di sini, di garis yang sudah ditentukan oleh panpel.

Bisa ya? Jadi tolong bantu pengamanan untuk mengamankan pertandingan ini.

Jangan ada yang melewati garis yang sudah ditentukan, Bisa?"

Imbauan itu kemudian langsung dijawab "bisa" oleh para The Jakmania.

Setelah para penonton tertib kemudian pertandingan pekan ke-31 Liga 1 2019 Perseru Badak Lampung FC Vs Persija Jakarta akhirnya dilanjutkan.

Jakmania Pertanyakan Keputusan Komdis PSSI

Menanggapi hukuman berat tersebut, Sekretaris Umum The Jakmania, Diky Soemarno mengaku kecewa dengan keputusan yang dibuat Komdis PSSI.

Menurut Diky, sanksi dan denda yang diberikan kepada Persija Jakarta sangat berat dibandingkan dengan tim-tim lain di Indonesia.

Sebab, suporter dari klub lain ada juga yang menyalakan flare disetiap pertandingan.

Hukuman yang diberikan kepada Persija Jakarta dinilai tidak sebanding dengan apa yang dilakukan para suporter di tribun.

"Sejujurnya sangat kaget sekali kalau dendanya sebesar itu (Rp300 juta). Karena saya pikir tim lain juga melakukan hal yang sama, tapi dendanya berbeda," kata Diky Soemarno kepada TribunJakarta, Selasa (10/12/2019).

Lebih lanjut, Diky mengaku belum membicarakan langkah selanjutnya yang akan dilakukan dalam menanggapi denda dan sanksi yang didapat dari Komdis PSSI.

"Langkah selanjutnya belum kami bicarakan. Tapi yang jelas kami kecewa dengan putusan itu," tutur pria berbadan gempal tersebut.

Penulis: Suharno
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved