Bayi Kembar Siam Rahman-Rahim Disarankan Dirawat RSUD

langkah ini diambil agar bayi asal Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat itu mendapat perhatian khusus dari petugas medis

Bayi Kembar Siam Rahman-Rahim Disarankan Dirawat RSUD
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Bayi kembar siam Rahman-Rahim asal Bintarajaya, Kota Bekasi, Jumat, (22/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menyarakankan bayi kembar siam Ahmad Rahman Al-Ayyubi dan Ahmad Rahim Al-Ayyubi (Rahman-Rahim) dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSUD) milik pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, mengatakan, langkah ini diambil agar bayi asal Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat itu mendapat perhatian khusus dari petugas medis secara intens.

"Untuk berat badannya memang belum tercapai sampai sekarang, hanya memang belum stabil, kita perhatikan juga pengasuhan terhadap bayinya," kata Tanti, Rabu, (11/12/2019).

Dia menjelaskan, beberapa pertimbangan yang membuat pihaknya menyarankan agar Rahman-Rahim dirawat di RSUD adalah, kondisi orangtua bayi tersebut yang harus bekerja.

Setiap hari, bayi kembar siam itu dirawat oleh bibinya ketika sang ibu dan ayahnya bekerja mencari nafkah.

Faktor ini yang membuat Dinkes menilai, pola asuh Rahman-Rahim mungkin belum sesuai meski asupan susu khusus sudah diberikan.

"Kami sudah menyiapkan susu untuk kebutuhannya, nah itu kan ada aturannya, ada 1800cc per hari, sementara kalau dia diperlihatkannya oleh orang lain, maka ini kemungkinan besar tidak ada capaian kebutuhan si bayi," ungkap Tanti.

"Makanya kemarin saya rumuskan, saya ambil keputusan, pastinya mendukung pimpinan, saya bilang, Bu bagaimana kalau si bayi ini kita rawat di RSUD tipe D Pondokgede, Ibu tidak khawatir di sana nanti ada perawat ada dokter, jadi akan terkontrol terus, out-put susu-nya juga akan sesuai kebutuhan," paparnya.

Namun sejauh ini, pihak orangtua bayi kembar siam belum memutuskan tawaran tersebut. Kedepan jika hal ini terealisasi, bayi kembar bisa dijaga dari pihak keluarga secara bergantian.

Halaman
1234
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved