Cerita Bocah Tawarkan Ojek Payung: Kisah Pilu Tak Dibayar Hingga Kebal Sakit

Masuki musim hujan, sejumlah pelajar di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat jadi ojek payung dadakan. Kisah pilu hingga jarang sakit.

Cerita Bocah Tawarkan Ojek Payung: Kisah Pilu Tak Dibayar Hingga Kebal Sakit
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Angga, ojek payung dikawasan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Masuki musim hujan, sejumlah pelajar di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat jadi ojek payung dadakan.

Ketika cuaca berubah mendung, sejumlah anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) terlihat sudah bersiap dengan payung di tangannya.

Mereka mulai merapat ke sejumlah tempat yang sekiranya banyak membutuhkan jasa mereka.

Dendi dan Pandu, ojek payung dikawasan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019).
Dendi dan Pandu, ojek payung dikawasan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Mulai dari pasar hingga mal menjadi sasaran mereka.

Saat hujan mulai turun dan cukup deras, para ojek payung ini mulai bersiap dan berjajar rapi.

"Ojek ojek, ojek payung pak, ojek payungnya bu," ucap mereka bersahutan.

Angga Haitu Fajar (15), satu diantara ojek payung menuturkan, sudah bertahun-tahun bekerja seperti itu ketika musim hujan.

Tanpa paksaan dan berawal dari ikut-ikutan, ia malah ketagihan menjadi ojek payung.

Pasalnya dalam 3 jam saja, uang yang Angga dapat bisa mencapai Rp 100 ribu.

Halaman
123
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved