Sadar Kesehatan, Konsumsi Protein Nabati di Asia Naik 27 Persen Lima Tahun Terakhir

Hal ini menyebabkan, rata-rata pertumbuhan tahunan pasar protein nabati di Asia mencapai 27 persen (CAGR) selama lima tahun terakhir.

Sadar Kesehatan, Konsumsi Protein Nabati di Asia Naik 27 Persen Lima Tahun Terakhir
Istimewa/Boldsky.com
ilustrasi kacang polong. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Keinginan mengkonsumsi protein warga di Asia bertambah, seiring pendapatan yang meningkat,

Pertumbuhan minat konsumen terhadap protein alternatif didorong oleh membesarnya populasi vegetarian di Asia dan meningkatnya minat kesehatan konsumen dan lingkungan.

Hal ini menyebabkan, rata-rata pertumbuhan tahunan pasar protein nabati di Asia mencapai 27 persen (CAGR) selama lima tahun terakhir.

Sebuah produk bernama Cargill meluncurkan Radipure.

Protein kacang polong yang dikembangkan dan diproduksi di Asia, untuk mendukung konsumen Asia dan terus meningkatnya permintaan terhadap protein nabati.

Protein kacang polong Radipure menawarkan kelarutan dan rasa yang dibutuhkan pelanggan.

Protein kacang polong Radipure juga memiliki fitur label yang bersahabat, tidak menimbulkan alergi, dan bukan produk Genetic Modified Organism (GMO).

Produk ini dikembangkan untuk meningkatkan keberagaman portofolio bahan berkualitas tinggi yang telah tersedia untuk pasar Asia.

Pelanggan sengaja digandeng Cargill untuk membuat dan merumuskan kembali sebuah produk agar dapat memenuhi tren konsumen yang terus berubah.

“Semakin banyak konsumen yang mencari manfaat dari diet tinggi protein," kata Franck Monmont Managing Director, Cargill Starches, Sweeteners & Texturizers Asia dalam keterangan yang diterima, Rabu (11/12/2019).

Protein kacang polong Radipure memperluas portofolio protein nabati Cargill yang tersedia di pasar Asia.

"Kami berada di awal tren jangka panjang. Kami berkomitmen kepada pelanggan Asia kami dengan solusi yang dapat membantu mereka tumbuh di ruang pasar yang baru dibuat ini, sambil meningkatkan portofolio keberagaman produk berkualitas tinggi kami," ujar Jerry Liu, President of Cargill China and managing director, Cargill Starches, Sweeteners & Texturizers, China.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved