216 Rumah Hancur Diterpa Angin Puting Beliung, Pemkab Tangerang Ingatkan Bencana Susulan

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar meninjau langsung satu dari beberapa lokasi kejadian di Desa Tegal Kunir Lor.

216 Rumah Hancur Diterpa Angin Puting Beliung, Pemkab Tangerang Ingatkan Bencana Susulan
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Dokumentasi Pemkab Tangerang) Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, meninjau desa Tegal Kunir Lor, Mauk, Kabupaten Tangerang yang menjadi wilayah terdampak angin puting beliung pada Kamis (12/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, MAUK - 216 rumah di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang porak-poranda usai diterpa angin puting beliung pada Kamis (12/12/2019).

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar meninjau langsung satu dari beberapa lokasi kejadian di Desa Tegal Kunir Lor.

Di sela-sela kunjungannya ia mengatakan bahwa kejadian yang terjadi siang tadi merupakan bencana alam yang telah diramalkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Bahwa pada bulan Desember 2019 adalah pergantian musim dan akan terjadi cuaca ekstrem.

"Untuk masyarakat Mauk, dan Kabupaten Tangerang diimbau karena ini perubahan cuaca dan ada beberapa hari nanti ke depan yang cuacanya masih dalam kondisi cukup ekstrem. Jadi semuanya saya harap bisa siaga terlebih dahulu," ucap Zaki du Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (12/12/2019).

Ia mengatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang sudah tersebar di semua lokasi yang terdampak angin puting beliung.

"Tentu saja masyarakat yang di sekeliling tempat musibah juga bisa membantu gotong royong dalam rangka membersihkan puing-puing bekas angin kencang," ucap Zaki.

Di kesempatan yang sama, Camat Mauk Arif Rahman mengungkapkan, bencana alam tersebut tersebar di lima desa yang berada di Kecamatan Mauk.

Yaitu Desa Tegal Kunir Lor, Tanjung Anom, Dasak, Banyu Asih, dan Desa Gunung Sari.

Menurut Arif, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut hanya, luka ringan yang sudah menerima perawatan medis dari Puskesmas Mauk.

"Alhamdulillah tidak ada korban dalam peristiwa ini, hanya ada yang luka ringan saja dan itu sudah ditangai oleh puskesmas Mauk. Saya juga mengimbau kepada warga agar waspada akan bencana susulan karena menurut BMKG cuaca masih ekstrem," imbau Arif.

Liga Europa Malam Ini: Man United vs Astana Pukul 22.50 WIB, Arsenal vs Eintracht, LIVE di SCTV

Pekan ke-32 Liga 1 2019, Ini Daftar 10 Tim yang Dipastikan Lolos dari Degradasi

Warga Tolak DWP, Fraksi PAN : Kalau Pak Anies Fine Ya Tidak Masalah

Arif memperkiraan jumlah bangunan yang terkena dampak untuk Desa Tegal Kunir Lor sekira 48 bangunan, Desa Sasak sekira 22 bangunan.

Lalu Desa Tanjung Anom sekira 100 bangunan, Desa Banyu Asin itu sekira 46 bangunan.

"Untuk Desa Gunung Sari tidak begitu parah, jadi memang Desa di Tegal Kunir Lor dan Tanjung Anom yang cukup parah," tutup Arif.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved