Driver Ojek Online Ini Harus Dipenjara Gara-gara Tak Kembalikan HP Penumpangnya Bahkan Menjualnya

Pemuda 25 tahun berinisial SH yang sehari-hari berprofesi sebagai ojek online kini harus mendekam di tahanan Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Driver Ojek Online Ini Harus Dipenjara Gara-gara Tak Kembalikan HP Penumpangnya Bahkan Menjualnya
ISTIMEWA/Shutterstock
Iustrasi handphone. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Pemuda 25 tahun berinisial SH yang sehari-hari berprofesi sebagai ojek online kini harus mendekam di tahanan Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya setelah mencuri HP Samsung Note 8 milik pelanggannya.

Kejadian bermula ketika korban berinisial K memesan ojek online melalui aplikasi.

Ia berangkat dari Kebayoran Baru menuju Mampang Prapatan.

"Ketika turun, korban menaruh HP di jok motor tersangka karena mau buka helm dan membayar," kata Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Sujarwo saat dikonfirmasi, Rabu (11/12/2019).

"Setelah masuk kediaman, korban baru sadar bahwa HP-nya hilang," sambungnya.

Korban lalu berupaya menghubungi SH, namun tidak ada jawaban.

Pada akhirnya, korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Mampang Prapatan.

Setelah melakukan penelusuran tentang identitas pelaku, polisi berhasil menangkao SH di kawasan Pasar Minggu.

"Dia bersembunyi di rumah mertuanya," ujar Sujarwo.

Ia menjelaskan, saat ditangkap SH mengaku sudah menjual HP hasil curiannya di kawasan Roxy, Jakarta Pusat.

"Dijual Rp 2,5 juta. Tapi saat kami tangkap, sisa uangnya tinggal Rp 900 ribu karena sudah dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

SH dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved