Ratusan Aparat Gabungan Mundur, Penggusuran Rumah di Lahan UIN Jakarta Ditunda

Ratusan aparat gabungan dari polisi, TNI dan Satpol PP angkat kaki dari bilangan Puri Intan, Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel pada Kamis (12/12/2019)

Ratusan Aparat Gabungan Mundur, Penggusuran Rumah di Lahan UIN Jakarta Ditunda
Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Ratusan aparat gabungan dari polisi, TNI dan Satpol PP angkat kaki dari lokasi penggusuran di bilangan Puri Intan, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Kamis (12/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Ratusan aparat gabungan dari polisi, TNI dan Satpol PP angkat kaki dari bilangan Puri Intan, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Kamis (12/12/2019).

Aparat gabungan itu hendak mengawal penggusuran yang dilakukan Kejaksaan Negeri Tangerang atas sengketa tanah di lokasi itu.

Perumaham Puri Intan, Pisangan, Ciputat Timur, yang akan digusur pihak UIN Jakarta, Kamis (12/12/2019).
Perumaham Puri Intan, Pisangan, Ciputat Timur, yang akan digusur pihak UIN Jakarta, Kamis (12/12/2019). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Di Jalan Puri Intan tersebut ada sembilan bangunan rumah yang akan digusur lantaran secara putusan pengadilan, sengketa tanah itu sudah diputuskan milik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Putusan yang dimaksud adalah nomor: 21/PID.SUS/1993/PN Tangerang JO 102/PID/1994/ PT BDG JO 1452/PID/1994.

Warga terdampak gusuran tersebut melalui kuasa hukumnya, meminta agar eksekusi ditunda sampai satu bulan.

Penundaan tersebut agar warga bisa membongkar dan mengeluarkan sendiri barang-barang mereka yang masih berharga.

"Rumah ini kan masih ada manfaatnya. Minimal kayu-kayunya bisa diambilin. Ini kan rata-rata enggak punya rumah juga gitu lho. Mungkin bisa dipakai lagi tempat di mana, kalau enggak punya, dijual. Ini harapan masyarakat," ujar Muhamad Sirat, kuasa hukum warga, di lokasi.

UIN Jakarta sempat memberikan tawaran tenggat waktu selama tiga hari, namun warga ingin lebih lama.

"Kita sampaikan ke UIN supaya dibongkar sendiri. Dari pihak Kemenag tiga hari, saya katakan, tidak mungkin lah. Bongkar kan enggak sampai sebulan, sampai kapan, sampai selesai," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved